<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bimbingan Islami &#124; Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy</title>
	<atom:link href="http://bimbinganislami.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bimbinganislami.wordpress.com</link>
	<description>Bimbingan, nasehat dan fatwa ulama ahlussunnah wal jama-ah sesuai dengan ajaran Islam menurut pemahaman as-salaf ash-shaleh</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 00:59:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bimbinganislami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bimbingan Islami &#124; Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bimbinganislami.wordpress.com/osd.xml" title="Bimbingan Islami &#124; Ulama Ahlus sunnah Wal Jamaah Salafiy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bimbinganislami.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Peranan Wanita Muslimah dalam Pendidikan Keluarga</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/29/peranan-wanita-dalam-pendidikan-keluarga/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/29/peranan-wanita-dalam-pendidikan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 08:31:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kewanitaan Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[peranan]]></category>
		<category><![CDATA[remeh]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=824</guid>
		<description><![CDATA[Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan –hafizhahullaahu ta’aalaa- berkata: Keluarga seperti apakah yang menjadi tempat bagi seorang wanita untuk melakukan sesuatu dan apa urgensinya? Keluarga adalah salah satu lembaga pendidikan yang tetap dan senantiasa ada. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana sebuah masyarakat tanpa adanya keluarga. Dan sesungguhnya, keberadaan keluarga dan keberlangsungan serta istiqamah-nya sebuah keluarga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=824&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan <em>–hafizhahullaahu ta’aalaa-</em> berkata:</p>
<h4 style="text-align:justify;">Keluarga seperti apakah yang menjadi tempat bagi seorang wanita untuk melakukan sesuatu dan apa urgensinya?</h4>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keluarga adalah salah satu lembaga pendidikan</strong> yang tetap dan senantiasa ada. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana sebuah masyarakat tanpa adanya keluarga.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sesungguhnya, keberadaan keluarga dan keberlangsungan serta istiqamah-nya sebuah keluarga termasuk salah satu dari tujuan syariat ini.<span id="more-824"></span></p>
<p style="text-align:center;" dir="RTL">يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya<strong></strong> Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.”</em> An-Nisaa`: 1</p>
<p style="text-align:justify;">Ayat diatas menyebutkan bahwa asal dari kehidupan manusia adalah satu keluarga saja (نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا), kemudian dari sepasang manusia ini Allah <em>ta’aalaa</em> menjadikannya keluarga yang sangat banyak. Allah <em>ta’aalaa</em> berfirman:</p>
<p style="text-align:center;" dir="RTL">وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan hubungan kekeluargaan.”</em> Al-Furqan: 54</p>
<p style="text-align:justify;">Disebutkan (نَسَبًا) karena terkait dengan laki-laki, dan disebut (وَصِهْرًا) karena terkait dengan wanita. Islam telah mengajak untuk membentuk keluarga ini kapan saja ketika telah sempurna segala kemampuan untuknya. Rasulullah <em>–shallallaahu ‘alaihi wa sallam-</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:center;" dir="RTL">يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang telah mampu maka menikahlah.” (</em>HR. al-Bukhari dalam Kitabun Nikah, Bab Qaulin Nabiy shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Man istatha’al Ba`ata falyatazawwaj.” Dan Muslim dalam Kitabun Nikah, Bab Istihbabun Nikah liman Taqat Nafsuhu ilaihi wa Wajada Mu`nah.)</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>–shallallaahu ‘alaihi wa sallam- </em>juga bersabda:</p>
<p style="text-align:center;" dir="RTL">تزوجوا الودود الولود</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Nikahilah wanita yang penuh cinta lagi subur.” </em>(HR. Abu Dawud dalam Kitabun Nikah, Bab an-Nahyu ‘an Tazaawuji man Lam Yalid minan Nisa`. Dan an-Nasa`i dalam Kitabun Nikah, Bab Karahiyatu Tazwijil ‘Aqim, dan haditsnya hasan shahih, lihat Shahih Abi Dawud hadits nomor 1805 dan Shahih an-Nasa`i hadits nomor 3026.)</p>
<p style="text-align:justify;">Islam telah menjelaskan tentang peranan keluarga dan pengaruhnya yang besar. Yakni ketika <strong>keluarga itu menjadi penentu dalam perjalanan kehidupan seseorang dan agamanya.</strong> Rasulullah <em>–shallallaahu ‘alaihi wa sallam-</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:center;" dir="RTL">كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه..</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanya lah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi…” </em>(HR. al-Bukhari dalam Kitabul Jana`iz, Bab Ma Qila fi Auladil Musyrikin, dan Bab Idza Aslamash Shabiyyu fa Mata hal Yushalla ‘alaihi. Dan Muslim dalam Kitabul Qadar, Bab Ma’na Kullu Mauludin Yuladu ‘alal Fithrah.)</p>
<p style="text-align:justify;">Seluruh peraturan Islam datang untuk membentuk keluarga ini dan menjaganya agar tidak terlepas. Termasuk di dalamnya ialah hukum-hukum nikah, talak, <em>‘adad</em>, hak-hak ayah dan ibu serta banyak yang lainnya. Semua itu menunjukkan bahwa Islam meninggikan kedudukan sebuah keluarga. Dikarenakan keluarga adalah tempat tumbuhnya sebuah generasi penerus, dan bagaimana keadaan sebuah keluarga begitu pula lah keadaan umat ini di masa mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Seorang wanita adalah tiang pondasi yang sangat dibutuhkan dalam keluarga</strong>. Sebagaimana dikatakan, “Di belakang setiap urusan yang besar itu ada wanita yang mendidik dari dalam rumahnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ketahuilah bahwa keluarga itu berhak atas wanita untuk meluangkan waktunya. <strong>Lalu apakah perbuatan seorang wanita dalam keluarga itu adalah sebuah kesungguhan yang sia-sia?</strong> Sesungguhnya wanita itu diutus untuk berperan sebagai ibu, dan ini lebih luas dari sekedar untuk tujuan reproduksi semata. Bahkan wanita berperan dalam sebuah pendidikan yang menyiapkan seorang insan yang shalih.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perbuatan seorang wanita di dalam rumahnya –jika sebagian manusia menganggapnya kecil- sesungguhnya amatlah besar.</strong> Di dalam peranannya itu bertemu banyak sekali kemampuan khusus yang butuh akan kemampuannya sebagaimana kebutuhan suatu negara. Peranan yang butuh akan ilmu, pemikiran, ketelitian, administrasi, kesederhanaan, kelembutan, perasaan, dan tingginya permulaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang wanita yang memandang remeh pekerjaan di rumah maka ini menunjukkan bahwa dia belum paham yang sebenarnya. Sehingga dengan ini ia tidak mengerjakan pekerjaan di rumahnya. Demikian pula orang-orang yang memandang bahwa wanita itu terlantar di dalam rumahnya, mereka ini mungkin saja belum memahami perbuatan ini atau mereka memahaminya tetapi ada penyakit di dalam hati mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah benar jika dikatakan, “Sesungguhnya seorang wanita jika ia meluangkan diri untuk memperhatikan keluarga maka ia terlantar, dan masyarakat telah rugi setengah dari kemampuannya”?</p>
<p style="text-align:justify;">Secara naluri, seorang wanita hendaknya memahami bahwa perannya yang besar termasuk dalam akidah yang disebutkan dalam ayat:</p>
<p style="text-align:center;" dir="RTL">قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam&#8217;.”</em> Al-An’am: 162</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perbuatannya ini termasuk ibadah</strong>, sehingga ini bukanlah perbuatan paksaan atau rutinitas semata. Bahkan ini adalah sebuah perbuatan yang di dalamnya terdapat kebahagiaan bagi wanita yang mengetahui tujuan-tujuan kehidupan dan rahasia terwujudnya seorang insan. Rasulullah <em>–shallallaahu ‘alaihi wa sallam-</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:center;" dir="RTL">إذا صلت المرأة خمسها، وصامت شهرها وحفظت فرجها وأطاعت بعلها دخلت من أي أبواب الجنة شاءت</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Jika seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa di satu bulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya maka ia memasuki surga dari pintu manapun yang ia kehendaki.” </em>(HR. Ahmad 1/191, hadits ini terdapat dalam Majma’uz Zawa`id 4/306. Penulisnya (al-Haitsami) berkata, “Di dalam sanadnya ada Ibnu Lahi’ah dan haditsnya hasan. Para periwayat selainnya adalah periwayat hadits shahih.” Adapun Syakir berkata, “Sanadnya <em>munqathi’</em> (terputus) menurut pandanganku.” Al-Musnad 3/128.)</p>
<div style="text-align:justify;">
<blockquote>
<h1><em>“Jika seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa di satu bulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya maka ia memasuki surga dari pintu manapun yang ia kehendaki.”</em></h1>
</blockquote>
<p><em>Bersambung Insya Allah..</em></p>
<p>(Sumber: http://sahab.web.id/ dari http://www.sahab.net/home/?p=482)</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/kewanitaan-rumah-tangga/'>Kewanitaan Rumah Tangga</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/besar/'>besar</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/keluarga/'>keluarga</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/pekerjaan/'>pekerjaan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/peranan/'>peranan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/remeh/'>remeh</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/rumah/'>rumah</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/wanita/'>wanita</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/824/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/824/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/824/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=824&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/29/peranan-wanita-dalam-pendidikan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyyah, Fatwa Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Shalih Al-Fauzan</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/23/fatwa-syaikh-ibnu-utsaimin-dan-syaikh-ibnu-baz-tentang-hukum-ucapan-selamat-tahun-baru-hijriyyah/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/23/fatwa-syaikh-ibnu-utsaimin-dan-syaikh-ibnu-baz-tentang-hukum-ucapan-selamat-tahun-baru-hijriyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 02:25:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kaum]]></category>
		<category><![CDATA[muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[tahniah]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[ummat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=819</guid>
		<description><![CDATA[Fatwa Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Bin Baz rahimahullah ditanya: Kita sedang berada pada awal tahun baru hijriyah, sebagian orang saling bertukar ucapan salam dengan tahun baru hijriyah dengan mengucapkan: ‘Semoga anda dalam kebaikan pada seluruh tahun”, apa hukum syariat tentang ucapan selamat ini? Beliau menjawab: Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=819&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:justify;"><strong>Fatwa Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz <em>rahimahullah</em></strong></h4>
<p style="text-align:justify;"><strong>Syaikh Bin Baz</strong> rahimahullah ditanya: Kita sedang berada pada awal tahun baru hijriyah, sebagian orang saling bertukar ucapan salam dengan tahun baru hijriyah dengan mengucapkan: ‘Semoga anda dalam kebaikan pada seluruh tahun”, apa hukum syariat tentang ucapan selamat ini?<span id="more-819"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beliau menjawab:</strong> <em>Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan sallam terlimpah atas hamba dan rasul-Nya, orang terbaik dari makhluk-Nya, orang kepercayaan-Nya untuk menyampaikan wahyu, nabi kita, imam kita, penghulu kita, Muhammad bin Abdillah, juga kepada keluarganya, para shahabatnya serta orang yang menempuh jalannya serta mengambil petunjuknya sampai hari pembalasan nanti. Amma ba’du:</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ucapan selamat tahun baru, kami tidak mengetahui ada asalnya dari salaf shaleh. Kami tidak mengetahui juga dalil dari as-sunnah atau dari al-Qur’an yang menunjukkan disyariatkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi bila ada orang mulai mengucapkan selamat dengan hal itu, tidak mengapa engkau membalas: ‘demikian juga engkau’. Jika ada orang mengucapkan ‘semoga seluruh tahun anda dalam kebaikan’ maka tidak apa-apa engkau membalas ‘demikian juga anda’, ‘kami memohon kepada Allah setiap kebaikan untuk kami dan kamu’ atau yang semisalnya. Sedangkan memulai mengucapkan selamat, maka kami tidak mengetahui ada asalnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/10042</em></p>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong> </strong></p>
<h4 style="text-align:justify;"><strong>Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin <em>rahimahullah</em></strong></h4>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaan:</strong> Yang Mulia Syaikh, engkau telah berbicara tentang tahun baru, apakah hukum mengucapkan selamat tahun baru hijriyah dan apa kewajiban kita bila kita diberi ucapan selamat itu?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawaban beliau:</strong> Jika engkau diberi ucapan selamat tahun baru oleh seseorang, maka jawablah, tapi engkau jangan memulai dengan hal itu. Inilah yang benar dalam permasalahan ini. Kalau seorang berkata kepadamu -misalnya- “kami memberikan ucapan selamat dengan tahun baru ini”, dia balas “semoga Allah memberikanmu kebaikan dan menjadikannya sebagai tahun yang baik dan barokah.”</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi engkau jangan memulai yang mengucapkan, karena aku tidak tahu bila ada perbuatan salaf yang dulu mereka mengucapkan selamat dengan tahun baru. Bahkan ketahuilah bahwa salaf tidak menjadikan bulan Muharram sebagai awal tahun baru kecuali pada masa kekhilafahan Umar bin al-Khaththab <em>radhiyallahu ‘anhu</em>. (Sedang pada masa nabi masih hidup dan kekhalifahan Abu Bakr tidak, pent)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>(Dari al-Liqa asy-Syahri 44 akhir tahun 1417 H)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beliau rahimahullah juga ditanya:</strong> Apakah boleh mengucapkan selamat dengan masuknya tahun baru hijriyyah?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beliau menjawab:</strong> Mengucapkan salam dengan masuknya tahun baru tidak ada asalnya dari amalan salaf shaleh, maka engkau jangan memulai mengucapkannya. Tetapi jika seseorang memberimu ucapan selamat, hendaklah engkau membalasnya, karena hal ini telah menjadi perkara yang biasa di antara manusia, meskipun sekarang hal ini mulai berkurang, segala puji bagi Allah karena orang-orang mempunyai ilmu. Dulu mereka saling bertukar ucapan selamat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penanya</strong>: Apakah bentuk ucapan yang saling mereka kirimkan?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Syaikh</strong>: Dengan memberi ucapan selamat dengan sampainya tahun baru, dan seperti “Kami memohon kepada Allah memaafkan darimu perkara yang telah lewat pada tahun lalu, dan membantumu pada tahun yang akan datang”, dan ucapan semisalnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penanya</strong>: Apakah boleh dikatakan: Semoga setiap tahun anda dalam kabaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh: tidak, ucapan itu tidak dikatakan pada hari idul adha atau idul fitri dan juga tidak pada (awal tahun baru) ini. <em>(Liqa Bab al-Maftuh 202 pada hari kamis 6 Muharram 1420 H.)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Diambil dari http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=116401</em></p>
<h4 style="text-align:justify;"><strong>Fatwa Syaikh <em>Shalih al-Fauzan hafizhahullah</em></strong></h4>
<p style="text-align:justify;"><em>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullah wabarakatuh</em><br />
Yang Mulia Syaikh semoga Allah memberikan taufik kepada anda: Apakah boleh mengucapkan selamat tahun baru?</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Shalih al-Fauzan <em>hafizhahullah</em> menjawab: &#8220;Tidak, ini adalah bid&#8217;ah. Mengucapkan selamat tahun baru adalah bid&#8217;ah, atau perintah untuk puasa atau sedekah dengan masuknya tahun baru semua ini adalah bid&#8217;ah yang tidak ada landasannya yang diturunkan Allah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124815 dari http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13564</p>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/hukum-islam-2/'>Hukum Islam</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/baru/'>baru</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/hijriyah/'>hijriyah</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/kaum/'>kaum</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/muslimin/'>muslimin</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/selamat/'>selamat</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/tahniah/'>tahniah</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/tahun/'>tahun</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/ucapan/'>ucapan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/ummat/'>ummat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/819/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=819&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/23/fatwa-syaikh-ibnu-utsaimin-dan-syaikh-ibnu-baz-tentang-hukum-ucapan-selamat-tahun-baru-hijriyyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Para Ulama Tentang Peringatan dan Perayaan Awal Tahun Baru Hijriyah</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/23/fatwa-para-ulama-tentang-peringatan-dan-perayaan-awal-tahun-baru-hijriyah/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/23/fatwa-para-ulama-tentang-peringatan-dan-perayaan-awal-tahun-baru-hijriyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 02:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kaum]]></category>
		<category><![CDATA[muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam kitab Dhiya’ al-Lami’ hal 702: “Tidak termasuk dari sunnah untuk mengadakan perayaan untuk masuknya tahun baru hijriyah atau membiasakan mengucapkan selamat dengan masuknya tahun baru hijriyah.” Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah ditanya: Jika seorang berkata kepadaku “Selamat tahun baru”, apakah kalimat ini disyariatkan pada hari-hari ini? Beliau menjawab: “Tidak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=816&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin <em>rahimahullah</em></strong> dalam kitab <em>Dhiya’ al-Lami’</em> hal 702: “Tidak termasuk dari sunnah untuk mengadakan perayaan untuk masuknya tahun baru hijriyah atau membiasakan mengucapkan selamat dengan masuknya tahun baru hijriyah.” <span id="more-816"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Syaikh Shalih al-Fauzan <em>hafizhahullah</em></strong> ditanya: Jika seorang berkata kepadaku “Selamat tahun baru”, apakah kalimat ini disyariatkan pada hari-hari ini? Beliau menjawab: “Tidak, tidak disyariatkan, ini tidak boleh.” (Dari kitab <em>al-Ijabah al-Muhimmah</em> hal 230).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Al-Lajnah ad-Daimah</strong> telah berfatwa (no. 20795): Tidak boleh mengucapkan selamat tahun baru hijriyah, karena peringatan hari itu tidak disyariatkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Diambil dari http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=116401</p>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/hukum-islam-2/'>Hukum Islam</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/baru/'>baru</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/hijriyah/'>hijriyah</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/kaum/'>kaum</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/muslimin/'>muslimin</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/perayaan/'>perayaan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/tahun/'>tahun</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/816/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=816&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/23/fatwa-para-ulama-tentang-peringatan-dan-perayaan-awal-tahun-baru-hijriyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebab Hilangnya Rasa Nikmat Dalam Ibadah Dan Solusinya</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/08/sebab-hilangnya-rasa-nikmat-dalam-ibadah-dan-solusinya/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/08/sebab-hilangnya-rasa-nikmat-dalam-ibadah-dan-solusinya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 22:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[manajemen hati keikhlasan]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kelezatan]]></category>
		<category><![CDATA[kenikmatan]]></category>
		<category><![CDATA[keras]]></category>
		<category><![CDATA[lembut]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyejuk]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh ibnu baz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Bersama: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan: Apakah sebab hilanya rasa nikmat dalam ibadah dan solusinya secara amaliyah? Jawaban Yang Mulia Syaikh Ibnu Baz rahimahullah: Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah. Wa sallallahu wa sallam ‘ala rasulillah wa ashabihi wamanihtada bihudahu. Amma ba’du: Tidak diragukan lagi bahwa ibadah karena Allah mempunyai kenikmatan yang agung dalam hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=812&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bersama: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz <em>rahimahullah</em></p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>: Apakah sebab hilanya rasa nikmat dalam ibadah dan solusinya secara amaliyah?<span id="more-812"></span></p>
<p><strong>Jawaban</strong> Yang Mulia Syaikh Ibnu Baz <em>rahimahullah</em>:</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah. Wa sallallahu wa sallam ‘ala rasulillah wa ashabihi wamanihtada bihudahu. Amma ba’du:</p>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa ibadah karena Allah mempunyai kenikmatan yang agung dalam hati seorang mukmin lelaki dan perempuan. Nabi yang mulia ‘alahishahalatu wassalam bersabda:</p>
<p>وجعلت قرة عيني في الصلاة</p>
<p>“Dijadikan penyejuk hatiku dalam shalat.”</p>
<p>Beliau bersabda kepada Bilal radhiyallahu ‘anhu:</p>
<p>أرحنا بالصلاة</p>
<p>“Berilah kami kelapangan dengan shalat.”</p>
<p>Maksudnya: tegakkan shalat hingga kita bisa <em>refleshing</em> di dalam shalat.</p>
<p>Maka shalat adalah ibadah yang agung setelah dua syahadat, merupakan kelapangan untuk hati dan penyejuk mata, dan kenikmatan untuk ruh bagi orang yang menghadapkan diri kepada shalat, menghadirkan hatinya dalam shalat, dan khusyu’ didalamnya untuk Allah, dengan menyadari bahwa shalat adalah tiang Islam, dan bahwa shalat adalah satu munajat kepada Allah ‘azza wa jalla dan berdiri di hadapan Allah. Sehingga dengan itu dia merasa lapang dalam shalat dan sejuk matanya, dia mendapatkan kenikmatan karena shalat dalam jiwanya, dalam berdirinya, bacaannya, rukuknya, sujudnya dan seluruh perkara yang Allah syariatkan dalam shalat.</p>
<p>Nasehatku untuk setiap mukmin laki-laki dan perempuan untuk menghadapkan diri kepada ibadah baik berupa shalat dan lainnya, menghadirkan hati dalam shalat, dan menyadari bahwa dia melakukan menunaikannya karena Allah saja, mengharap pahalanya dan takut siksanya, dan bahwa dalam hal itu ada kebaikan yang besar baginya di sisi Allah, jika dia mengikhlaskan untuknya dan menunaikannya sesuai dengan sunnah, tidak menurut bi’dah.</p>
<p>Maka shalat, zakat, shadakah, puasa, haji, umrah, dzikir yang disyariatkan, membaca al-Qur’an al-Karim, berdakwah kepada Allah, amar ma’ruf nahi munkar, semuanya adalah ibadah yang memiliki kenikmatan yang agung dalam hati, rasa kelapangan dalam hati, kenikmatan dalam ruh, dimana seorang mukmin mengingat-ingat dalam shalat bahwa dia melakukan sesuatu yang Allah ridhai, sesuatu yang diperintahkan Allah, sesuatu yang diberi pahala di sisi Allah, sehingga dia merasa lapang karena hal itu dan merasakan kenikmatan dengan hal itu, jiwanya merasa tenang dengan hal itu. Karena di dalamnya ada kebaikan yang agung. Dan karena di dalamnya adalah pelaksanaan perintah Allah. Karena di dalamnya ada kebaikan yang agung dari sisi pahala yang besar dari Allah. Dan dari sisi penghapusan kesalahan yang mengiringinya, dihapuskannya dosa-dosa dan kesuksesan dengan mendapat surga dan selamat dari neraka.</p>
<p>Demikian juga maslahat ibadah yang mengiringi dakwah kepada Allah dan amar ma’ruf dan nahi munkar, dan mengarahkan mereka kepada kebaikan, membantu mereka untuk menunaikan perkara yang disyariatkan Allah dan meninggalkan mereka apa yang diharamkan Allah.</p>
<p>Semua ini termasuk perkara yang memberikan kenikmatan kepada jiwa-jiwa yang thayyibah, memberikan kelapangan hati, menyejukkan mata, aku maksudkan mata orang beriman lelaki dan perempuan.</p>
<p>Allah berfirman dalam kitab-Nya yang agung:</p>
<p dir="RTL">إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ * الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ * أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Rabb-lah mereka bertawakkal. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabb-nya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.”</em> (QS. Al-Anfal: 2-4)</p>
<p>Dan Nabi ‘alahish shalatu wasalam bersabda (yang artinya):</p>
<p>“Tujuh golongan yang Allah naungi dalam naungan-Nya pada satu hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:</p>
<p>1.    Penguasa yang adil, dia adil karena takut kepada Allah dan raja (berharap) kepada Allah</p>
<p>2.    Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, dia merasa nikmat dengan ibadah tersebut karena mengetahui bahwa ibadah itu berisi kebaikan, karena dalam hatinya ada pengagungan terhadap Allah, keikhlasan karena Allah, kecintaan kepada Allah, rasa raghbah (harap) pada apa yang ada disisinya.</p>
<p>3.    Seseorang yang bergantung hatinya dengan masjid. Dia bergantung hatinya dengan masjid karena dia mendapati dalam shalat ada kebaikan, kelapangan, ketenangan, dan kenikmatan.</p>
<p>4.    Dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, bersatu karena rasa cinta karena Allah dan berpisah karena rasa cinta karena Allah. Karena keduanya mendapati dalam rasa cinta karena Allah ada kebaikan yang agung dan kelapangan dalam hati, kenikmatan ruh dan kerekatan yang agung, karena mereka mengetahui bahwa perkara ini membuat Allah ridha, dan Allah mensyariatkan hal itu bagi mereka, dan membuahkan kebaikan yang agung yang diketahui Allah, baik berupa saling tolong-menolong, saling memberi wasiat dengan kebenaran dan saling menasehati.</p>
<p>5.    Seorang lelaki yang diajak seorang wanita yang punya kedudukan dan kecantikan, kemudian lelaki itu menjawab: Aku sunnguh takut kepada Allah. Kenapa dia mengatakan hal ini? Karena di dalam hatinya ada kecintaan kepada Allah dan pengagungan-Nya, rasa takut kepada-Nya, merasa selalu diawasi Allah, sehingga dia meninggalkan wanita yang mengajaknya berbuat zina ini, padahal wanita itu berkedudukan dan cantik, namun dia enggan karena takut kepada Allah dan mengharap apa yang ada di sisi-Nya dan merasa senang dengan taat kepada-Nya, merasa nikmat dengan perkara yang diridhai Allah. Demikian juga seorang wanita bila diajak oleh seorang lelaki berkedudukan dan tampan untuk melakukan zina, kemudian wanita itu menjawab: Aku sungguh takut kepada Allah. Wanita itu meninggalkan hal itu karena di dalam hatinya ada kcintaan kepada Allah, kenikmatan ruhani dan kenikmatan dengan taat kepada Allah serta ittiba (mengikuti) syariat-Nya.</p>
<p>6.    Seorang yang bersedekah dengan sedekah yang dia sembunyikan hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya. Kenapa? Karena di dalam hatinya da kecintaan kepada Allah dan pengagungan kepada-Nya, dan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu dan tidak ada yang tersembunyi sesuatupun atas Allah, dan bahwa Allah mencintai keikhlasan karena Allah, dan Dia mencintai amalan karena-Nya secara sirr, sampai tangan kirinya tidak mengetahui yang diberika tangan kanannya, karena besarnya keikhlasannya, besarnya rasa harap dia dengan yang ada di sisi Allah, dan dia tidak peduli dengan rasa pamer kepada orang lain, dengan pujian orang lain dan sanjungan orang lain.</p>
<p>7.    Seorang yang meningat Allah ketika sendirian, tidak ada seorangpun di sisinya, kemudian menetes kedua matanya karena takut kepada Allah dan mengagungkan Allah dan cinta karena Allah, merasa senang dengan Allah. Kemudian menjadi tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya.</p>
<p>Intinya bahwa menghadapkan diri kepada Allah dalam ibadah dan menghadirkan rasa pengagungan kepada Allah, dan bahwa engkau menginginkan Wajah-Nya Yang Mulia, dan bahwa engkau melakukan hal ini karena mengharap keridhaan-Nya, taat kepada-Nya, cinta karena-Nya, bersemangat atas perkara yang Allah ridhai dan mendekatkan kepada-Nya. Semua ini termasuk perkara yang menjadikan engkau merasa nikmat dengan ibadah, dan menhadapkan diri kepadanya, merasa lapang dengannya, merasa nikmat dengannya. Semoga Allah memberikan taufik semuanya.</p>
<p><strong>Penanya</strong>: Orang yang mengeluhkan kebalikan hal itu, wahai syaikh? Semoga Allah membalas kebaikan anda.</p>
<p>Syaikh menjawab: Orang yang mengeluhkan kebalikan dari hal itu berupa kerasnya hati, hendaknya dia mengobati dirinya dengan memperbanyak berdzikir kepada Allah, membaca al-Qur’an al-Karim, berhati-hati dari dosa dan kemaksiatan, taubat kepada Allah dari yang telah lewat dengen kejujuran dalam hal itu. Jika jujur bersama Allah dalam taubat dari kemaksiatan, dalam memperbanyak dzikir kepada Allah, dalam menghadapkan diri kepada ibadah kepada Allah dengan hatinya dan menhadirkan keagungan Allah, dan bahwa Allah mengawasinya, sesungguhnya Allah mengawasi segala sesuatu, dan bersamanaya ada dua malaikat, salah satunya menulis kebaikan dan yang kedua menulis kejelekan. Dengan dia mengingat perkara-perkara ini, akan lembut hatinya, khusyu hatinya, dan dia merasa nikmat dengan ketaatan, dan merasa lapang dengannya dan sedang dengannya.</p>
<p>Sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/mat/17396 melalui http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=120386</p>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/nasehat/manajemen-hati-keikhlasan/'>manajemen hati keikhlasan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/nasehat/'>nasehat</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/hati/'>hati</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/ibadah/'>ibadah</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/kelezatan/'>kelezatan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/kenikmatan/'>kenikmatan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/keras/'>keras</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/lembut/'>lembut</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/obat/'>obat</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/penyejuk/'>penyejuk</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/solusi/'>solusi</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/syaikh-ibnu-baz/'>syaikh ibnu baz</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/812/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=812&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/08/sebab-hilangnya-rasa-nikmat-dalam-ibadah-dan-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mendoakan Untuk Orang Fasik</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/08/hukum-mendoakan-untuk-orang-fasik/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/08/hukum-mendoakan-untuk-orang-fasik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 22:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[fasik]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[tukang]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[Bersama: Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah &#160; Bismillahirrahmanirrahim Pertanyaan: Apakah boleh mendoakan untuk orang fasik dan orang yang tidak menunaikan kewajiban-kewajiban agama Islam? Jawab: Mendoakan untuk orang fasik dengan hidayah, yaitu agar Allah ‘azza wa jalla memberinya hidayah dan memperbaiki perkaranya, ini adalah sebuah perkara yang disyariatkan dan dituntut. Adapun mendoakan untuknya dengan doa yang membantunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=810&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h5></h5>
<p>Bersama: Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>: Apakah boleh mendoakan untuk orang fasik dan orang yang tidak menunaikan kewajiban-kewajiban agama Islam?<span id="more-810"></span></p>
<p><strong>Jawab</strong>:</p>
<p>Mendoakan untuk orang fasik dengan hidayah, yaitu agar Allah ‘azza wa jalla memberinya hidayah dan memperbaiki perkaranya, ini adalah sebuah perkara yang disyariatkan dan dituntut.</p>
<p>Adapun mendoakan untuknya dengan doa yang membantunya atas kefasikan dan terus-menerusnya dalam kebatilan, ini tidak boleh.</p>
<p>Sedangkan mendoakan untuknya agar mendapat ampunan dan rahmat Allah, maka ini boleh bahkan disyariatkan, semoga Allah mengabulkan doa. Dalam sebuah hadits dari Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam:</p>
<p dir="RTL">ما من مسلمٍ يموت فيقوم على جنازته أربعون رجلاً لا يشركون بالله شيئاً إلا شفعهم الله فيه</p>
<p>“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia kemudian ada empat puluh orang lelaki yang menyolatkan jenazahnya, dimana orang-orang itu tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, melainkan Allah akan menerima syafaat mereka (dalam memintakan ampunan dna rahmat) pada orang itu.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sumber</strong>: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_688.shtml melalui http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124169</p>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/adab-akhlaq/'>Adab Akhlaq</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/nasehat/'>nasehat</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/doa/'>doa</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/dosa/'>dosa</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/fasik/'>fasik</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/maksiat/'>maksiat</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/orang/'>orang</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/pelaku/'>pelaku</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/syaikh-utsaimin/'>Syaikh Utsaimin</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/tukang/'>tukang</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/untuk/'>untuk</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/810/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=810&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/11/08/hukum-mendoakan-untuk-orang-fasik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkara yang mustahab untuk orang yang sedang berpuasa dan yang tidak</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/26/perkara-yang-mustahab-untuk-orang-yang-sedang-berpuasa-dan-yang-tidak/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/26/perkara-yang-mustahab-untuk-orang-yang-sedang-berpuasa-dan-yang-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 04:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban dalam puasa]]></category>
		<category><![CDATA[panduan praktis]]></category>
		<category><![CDATA[panduan ringkas]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=804</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah Menjaga untuk mengucapkan doa kafaratul majlis. Berdoa ketika diantara adzan dan iqamah. Memperbanyak doa. Mendoakan kebaikan bagi kaum muslimin. Menjaga untuk menyebarkan salam. Menyambung silaturahmi meskipun hanya dengan telpon. Memperbanyak berbuat ihsan kepada orang-orang yang mempunyai hubungan rahim. Memperbanyak shadaqah. Murah senyum kepada saudaramu. Memperbanyak berbuat baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=804&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah</p>
<ol start="1">
<li>Menjaga untuk mengucapkan doa kafaratul majlis.</li>
<li>Berdoa ketika diantara adzan dan iqamah.</li>
<li>Memperbanyak doa.</li>
<li>Mendoakan kebaikan bagi kaum muslimin.</li>
<li>Menjaga untuk menyebarkan salam.<span id="more-804"></span></li>
<li>Menyambung silaturahmi meskipun hanya dengan telpon.</li>
<li>Memperbanyak berbuat ihsan kepada orang-orang yang mempunyai hubungan rahim.</li>
<li>Memperbanyak shadaqah.</li>
<li>Murah senyum kepada saudaramu.</li>
<li>Memperbanyak berbuat baik kepada tetangga.</li>
<li>Memperbanyak berbuat ihsan kepada orang-orang lemah, orang fakir miskin, dan anak-anak yatim.</li>
<li>Menjaga wirid-wirid dan doa (yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).</li>
<li>Memperbanyak dzikir.</li>
<li>Memperbanyak taubat, dan istighfar 100 kali.</li>
<li>Memperbanyak ucapan: La ilaha illallah.</li>
<li>Memperbanyak ucapan: La haula wa la quwwata illa billah.</li>
<li>Memperbanyak ucapan: Subhanallahi wabihamdih, subhanallahil ‘azhim.</li>
<li>Memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.</li>
<li>Perhatian dengan menuntut ilmu (agama), diantaranya hadir di taman-taman surga, yaitu halaqah dzikir dan ilmu.</li>
<li>Perhatian dengan dakwah kepada Allah.</li>
<li>Mengharapkan pahala dengan memberikan nafkah kepada keluarga.</li>
<li>Menjaga wudhu.</li>
<li>Siwak.</li>
<li>Menjaga untuk berbau wangi, dan tidak menghirup asap pewangi dari bakaran bahan pewangi.</li>
<li>Shalat dua rakaat sebelum maghrib antara adzan dan iqamah.</li>
<li>Menjaga shalat sunnah rawatib.</li>
<li>Bersemangat untuk menunaikan shalat rawatib di rumah.</li>
<li>Memperbanyak shalat nafilah.</li>
<li>Tahjir ilash shalawat. (Bersegera, berpagi-pagi menunaikan shalat)</li>
<li>Menjaga untuk berada di shaf pertama.</li>
<li>Menunggu shalat setelah menuaikan shalat (sebelumnya).</li>
<li>Berusaha mencari waktu (dikabulkannya doa) pada hari jumat.</li>
<li>Berusaha mencari waktu (dikabulkannya doa) pada waktu malam.</li>
<li>Bersemangat untuk tetap tinggal di masjid sampai waktu isyraq (terbitnya matahari, yang merupakan awal waktu dhuha).</li>
<li>Bermajlis dengan satu kaum yang mengingat Allah pada awal dan akhir siang.</li>
<li>Menjaga dzikir pagi dan petang.</li>
<li>Menjaga untuk menjawab adzan dan mengucapkan doa setelah adzan.</li>
<li>Mempelajari al-qur’an al-karim.</li>
<li>Memperbagus suara ketika membaca al-qur’an.</li>
<li>Sujud tilawah.</li>
<li>Memperbanyak membaca al-qur’an al-karim.</li>
<li>Bersemangat untuk mengkhatamkan al-qur’an.</li>
<li>berdoa ketika mengkhatamkan al-qur’an dengan doa kebaikan dunia dan akhirat yang dibukakan Allah untukmu.</li>
<li>Menjenguk orang yang sakit.</li>
<li>Berziarah kubur.</li>
<li>Mengingat mati dan akhirat, surga dan neraka.</li>
<li>Merenungi ayat-ayat Allah al-qur’an dan tanda-tanda keagungan Allah.</li>
<li>Zuhud dalam masalah dunia.</li>
<li>Zuhud dengan yang ada di sisi orang lain.</li>
<li>Mengumpulkan empat perkara yang ada dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,</li>
</ol>
<ul>
<li>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Siapakah diantara kalian yang hari ini berpuasa?” Abu Bakr menjawab: “Saya, wahai Rasulullah.”</li>
<li>Beliau bertanya lagi: “Siapa diantara kalian yang mengiringi jenazah?” Abu Bakr menjawab: “Saya, wahai Rasulullah.”</li>
<li>Beliau bertanya lagi: “Siapa diantara kalian yang memberi makan orang miskin?” Abu Bakr menjawab: “Saya, wahai Rasulullah.”</li>
<li>Beliau bertanya lagi: “Siapa diantara kalian yang pada hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakr menjawab: “Saya, wahai Rasulullah.”</li>
</ul>
<p>Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah empat perkara ini terkumpul pada seseorang, kecuali niscaya dia akan masuk surga.” (HR. Muslim No. 1028)</p>
<div>
<p>Bersambung Insya Allah …</p>
</div>
<div>
<p>(Sumber: Mudzakarah Ahkam Ash-Shiyam)</p>
</div>
<p align="center">***</p>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/fiqih/puasa-fiqih/'>Puasa</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/bulan-ramadhan/'>bulan ramadhan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/kewajiban-dalam-puasa/'>kewajiban dalam puasa</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/panduan-praktis/'>panduan praktis</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/panduan-ringkas/'>panduan ringkas</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/puasa/'>puasa</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/puasa-ramadhan/'>puasa ramadhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/804/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=804&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/26/perkara-yang-mustahab-untuk-orang-yang-sedang-berpuasa-dan-yang-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkara-perkara Mustahab dalam Puasa Ramadhan</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/26/perkara-perkara-mustahab-dalam-puasa-ramadhan/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/26/perkara-perkara-mustahab-dalam-puasa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 03:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban dalam puasa]]></category>
		<category><![CDATA[panduan praktis]]></category>
		<category><![CDATA[panduan ringkas]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah Mencari rukyatul hilal bila telah ditunaikan orang yang mencukupi, itu adalah mustahab pada perorarangan dan wajib atau ummat seluruhnya. doa ketika melihat hilal. sahur makan tamr (kurma kering) ketika sahur. mengakhirkan sahur (mendekati fajar). menyedikitkan dalam makan ketika sahur dan berbuka. menyegerakan berbuka jika matahari benar-benar telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=802&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh: Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah</p>
<ol start="1">
<li style="text-align:justify;">Mencari rukyatul hilal bila telah ditunaikan orang yang mencukupi, itu adalah mustahab pada perorarangan dan wajib atau ummat seluruhnya.</li>
<li style="text-align:justify;">doa ketika melihat hilal.</li>
<li style="text-align:justify;">sahur<span id="more-802"></span></li>
<li style="text-align:justify;">makan <em>tamr</em> (kurma kering) ketika sahur.</li>
<li style="text-align:justify;">mengakhirkan sahur (mendekati fajar).</li>
<li style="text-align:justify;">menyedikitkan dalam makan ketika sahur dan berbuka.</li>
<li style="text-align:justify;">menyegerakan berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam.</li>
<li style="text-align:justify;">Berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada, dengan tamr (kurma kering), jika tidak ada dengan beberapa teguk air, jika tidak ada dengan makanan yang mudah dari yang halal dan thayyib (baik).</li>
<li style="text-align:justify;">Mengucapkan setelah berbuka: (yang artinya) “Telah hilang rasa dahaga, urat-urat telah basah, pahala telah tetap, Insya Allah.” (HR. Abu Dawud 2357, ad-Daruquthni 2/185, al-Hakim (1/422), Ibnus Sunni 489 dari hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu dengan sanad hasan.)</li>
<li style="text-align:justify;">Mendoakan orang yang memberikan makanan berbuka untukmu.</li>
<li style="text-align:justify;">Memperbanyak memberi makanan berbuka pada orang yang berpuasa setelah matahari tenggelam.</li>
<li style="text-align:justify;">Semangat untuk memulai shalat tarawih bersama imam, dan berpaling bersamanya.</li>
<li style="text-align:justify;">menjaga doa qubut witir.</li>
<li style="text-align:justify;">Berungguh-sungguh dalam ramadhan dengan perkara yang tidak ada pada bulan lainnya. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan ramdhan ketika Malaikat Jibril menemuinya. Dan Malaikat Jibril ‘alaihis salam menemui beliau setiap malam pada bulan ramadhan, sampai berakhir bulan ramadhan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memurajaah hapalan al-Qur’an kepadanya. Jika Malaikat Jibril telah menemui beliau, beliau adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan dibanding angin yang bertiup. (HR. Al-Bukhari No 6 dan 1803, serta Muslim No. 2308)</li>
<li style="text-align:justify;">Bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari terakhir lebih daripada pada hari lainnya. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir lebih dibanding dari hari lainnya.” (HR. Muslim No. 1175)</li>
<li style="text-align:justify;">Semangat untuk menghidupkan malam sepuluh hari terakhir. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika masuk sepuluh hari terakhir, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, besungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya.” (HR. Al-Bukhari No. 1920, Muslim No. 1174, dan ini lafazh Muslim)</li>
<li style="text-align:justify;">Memperbanyak mengucapkan doa: (yang artinya) “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Menyukai Pemaafan, maka maafkanlah aku” pada malam (lailatul) Qadr.</li>
<li style="text-align:justify;">Memperbanyak istighfar pada waktu sahur.</li>
<li style="text-align:justify;">Mengucapkan: (yang artinya) “Aku adalah orang yang sedang puasa” kepada orang yang mencelanya.</li>
<li style="text-align:justify;">Membiasakan anak-anak untuk berpuasa bila telah berumur tujuh tahun.</li>
<li style="text-align:justify;">Umrah pada bulan ramadhan.</li>
<li style="text-align:justify;">Menjaga I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan.</li>
</ol>
<p style="text-align:center;">Bersambung Insya Allah …</p>
<p style="text-align:justify;">(Sumber: Mudzakarah Ahkam Ash-Shiyam)</p>
<p align="center">***</p>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/fiqih/puasa-fiqih/'>Puasa</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/bulan-ramadhan/'>bulan ramadhan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/kewajiban-dalam-puasa/'>kewajiban dalam puasa</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/panduan-praktis/'>panduan praktis</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/panduan-ringkas/'>panduan ringkas</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/puasa/'>puasa</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/puasa-ramadhan/'>puasa ramadhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=802&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/26/perkara-perkara-mustahab-dalam-puasa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kewajiban-kewajiban Puasa Ramadhan</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/26/kewajiban-kewajiban-puasa-ramadhan/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/26/kewajiban-kewajiban-puasa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 03:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[bulan ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban dalam puasa]]></category>
		<category><![CDATA[panduan praktis]]></category>
		<category><![CDATA[panduan ringkas]]></category>
		<category><![CDATA[puasa ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah Wajib kifayah mencari rukyatul hilal. Wajibnya menahan diri jika fajar shadiq telah muncul. Wajibnya menahan diri dari seluruh perkara yang bisa membatalkan puasa baik secara hissi atau maknawi, hingga terwujud tenggelamnya matahari atau kuat dugaannya bahwa matahari telah tenggelam. Wajibnya istimrar (terus-menerus) berada di atas niat puasa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=800&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh: Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Wajib kifayah mencari rukyatul hilal.</li>
<li>Wajibnya menahan diri jika fajar shadiq telah muncul.</li>
<li>Wajibnya menahan diri dari seluruh perkara yang bisa membatalkan puasa baik secara hissi atau maknawi, hingga terwujud tenggelamnya matahari atau kuat dugaannya bahwa matahari telah tenggelam.<span id="more-800"></span></li>
<li>Wajibnya istimrar (terus-menerus) berada di atas niat puasa, sampai matahari tenggelam.</li>
<li>wajibnya mengeluarkan apa yang ada di dalam mulut bagi orang berbuka pada siang hari bulan ramadhan:</li>
</ol>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">karena lupa kemudian dia ingat atau diingatkan orang lain,</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">atau baik secara sengaja tanpa ada udzur,</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">atau orang yang sakit telah sehat pada pertengahan siang hari ramadhan,</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">atau seorang musafir telah sampai ke negerinya,</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">atau seorang wanita haidh atau nifas telah suci,</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">atau seorang kafir telah masuk islam,</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">atau anak laki atau perempuan telah baligh,</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">atau orang gila atau orang pingsan telah sadar,</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">atau seorang tidak mengetahui masuknya bulan ramadhan kecuali pada pertengahan siang ramadhan,</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">maka sesungguhnya dia wajib untuk menahan diri pada sisa harinya.</p>
<ol style="text-align:justify;" start="6">
<li>wajibnya untuk orang yang berpuasa menjauhi istrinya atau budaknya (pada siang hari), jika dia khawatir terjatuh pada yang haram.</li>
<li>Wajibnya untuk meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dusta, kejahilan, ghibah, namimah, dan seluruh perkara haram, karena hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</li>
</ol>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya, serta kejahilan, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.”</em> (HR. Al-Bukhari No. 1804)</p>
<ol style="text-align:justify;" start="8">
<li>Hendaknya dia menyukai puasa bulan ramadhan, karena itu termasuk yang diturunkan oleh Allah. Allah berfirman: “demikianlah karena mereka membenci apa yang diturunkan oleh Allah, sehingga Allah mengugurkan amalan mereka.”</li>
</ol>
<p style="text-align:center;">Bersambung Insya Allah &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">(Sumber: Mudzakarah Ahkam Ash-Shiyam)</p>
<p style="text-align:center;" align="center">***</p>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/fiqih/puasa-fiqih/'>Puasa</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/bulan-ramadhan/'>bulan ramadhan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/kewajiban-dalam-puasa/'>kewajiban dalam puasa</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/panduan-praktis/'>panduan praktis</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/panduan-ringkas/'>panduan ringkas</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/puasa-ramadhan/'>puasa ramadhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/800/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=800&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/26/kewajiban-kewajiban-puasa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum-hukum Puasa Secara ringkas: Rukun dan Syarat</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/23/hukum-hukum-puasa-secara-ringkas-rukun-dan-syarat/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/23/hukum-hukum-puasa-secara-ringkas-rukun-dan-syarat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 08:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[panduan ringkas]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh al-wushabi]]></category>
		<category><![CDATA[untuk pemula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=797</guid>
		<description><![CDATA[Mudzakarah tentang Hukum Puasa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah berkata: Berikut ini adalah ringkasan tentang hukum puasa, aku haturkan kepada saudara-saudaraku muslimin, semoga Allah memberi manfaat aku dan mereka dengannya, baik di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan doa. RUKUN SHIYAM (PUASA) ada empat: 1. Orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=797&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="MsoNormal" align="center"><strong>Mudzakarah tentang Hukum Puasa</strong></div>
<div class="MsoNormal"><strong>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushabi </strong><em>hafizhahullah</em> berkata:</div>
<div class="MsoNormal">Berikut ini adalah ringkasan tentang hukum puasa, aku haturkan kepada saudara-saudaraku muslimin, semoga Allah memberi manfaat aku dan mereka dengannya, baik di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan doa.</div>
<p><span id="more-797"></span></p>
<div class="MsoNormal"><strong>RUKUN SHIYAM (PUASA) ada empat:</strong></div>
<div class="MsoNormal">1. Orang yang berpuasa, dia muslim dan muslimah.</div>
<div class="MsoNormal">2. Siapa tujuan niat puasa? Yaitu Allah. Dan inilah niat.</div>
<div class="MsoNormal">3. Apa yang seharusnya seorang muslim berpuasa (menahan diri) darinya? Yaitu perkara-perkara yang membatalkan puasa.</div>
<div class="MsoNormal">4. Waktu puasa, yaitu waktu dari terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.</div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</div>
<div class="MsoNormal"><strong>SYARAT PUASA BULAN RAMADHAN</strong></div>
<div class="MsoNormal">Syarat Puasa Bulan Ramadhan ada tujuh:</div>
<div class="MsoNormal">Dan dibagi menjadi 2 jenis:</div>
<div class="MsoNormal">Jenis pertama: syarat sahnya puasa, ada empat:</div>
<div class="MsoNormal">1. Islam,</div>
<div class="MsoNormal">2. berakal,</div>
<div class="MsoNormal">3. Berniat pada malam hari, untuk setiap hari puasa, dan mengikatnya pada awal waktunya ketika seorang menyelesaikan dari sahurnya.</div>
<div class="MsoNormal">Dari Hafshah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meniatkan puasa pada malam hari sebelum fajr, maka tidak ada puasa baginya.” HR Ahmad (6/287), Abu Dawud No 2454, At-Tirmidzi No 730, An-Nasai (4/196), Ibnu Majah No 1700, Ibnu Khuzaimah No 1933, Ibnu Hibban dalam Al-Majruhin (2/46) dan Ad-Daruquthni (2/172)</div>
<div class="MsoNormal">* Syaikh Ibnu Baz rahimahullah memberikan keterangan terhadap hadits ini dalam Hasyiyah beliau terhadap Bulughul Maram karya Ibnu Hajar hal 404 No 626: “Hadits ini menunjukkan perintah untuk melakukan niat puasa pada awal waktunya, ketika seorang menyelesaikan sahurnya.”</div>
<div class="MsoNormal">4. Dintambah khusus untuk seorang wanita, hendaknya dia tidak sedang haidh dan nifas.</div>
<div class="MsoNormal">Jenis Kedua: Syarat Taklif, ada tiga:</div>
<div class="MsoNormal">5. Mampu</div>
<div class="MsoNormal">6. Tinggal Menetap (tidak safar)</div>
<div class="MsoNormal">7. Baligh.</div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:xx-small;">(Bersambung Insya Allah) </span></em></div>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/fiqih/puasa-fiqih/'>Puasa</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/panduan-ringkas/'>panduan ringkas</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/puasa/'>puasa</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/ramadhan/'>ramadhan</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/syaikh-al-wushabi/'>syaikh al-wushabi</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/untuk-pemula/'>untuk pemula</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/797/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=797&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/23/hukum-hukum-puasa-secara-ringkas-rukun-dan-syarat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam Landasan Agama, Terjemah Ushul As Sittah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab</title>
		<link>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/13/enam-landasan-agama-terjemah-ushul-as-sittah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/</link>
		<comments>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/13/enam-landasan-agama-terjemah-ushul-as-sittah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 13:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[6 dasar utama]]></category>
		<category><![CDATA[Enam Landasan Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab]]></category>
		<category><![CDATA[Terjemah]]></category>
		<category><![CDATA[Ushul As Sittah]]></category>
		<category><![CDATA[ushulus sittah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bimbinganislami.wordpress.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[USHULUS SITTAH (Enam Landasan Utama)  Oleh: al-Imam al-Mujaddid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (Rahimahullah) Bismillahirrahmannirrahim, Di antara perkara yang sangat menakjubkan dan sekaligus sebagai tanda yang sangat besar atas kekuasaan Allah Ta’ala adalah enam landasan yang telah Allah Ta’ala terangkan dengan sangat gamblang sehingga mudah dipahami oleh orang-orang awam sekalipun, lebih dari yang disangka oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=786&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong>USHULUS SITTAH (Enam Landasan Utama)</strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong> Oleh: al-Imam al-Mujaddid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (Rahimahullah)</strong></p>
<p style="text-align:center;">Bismillahirrahmannirrahim,</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara perkara yang sangat menakjubkan dan sekaligus sebagai tanda yang sangat besar atas kekuasaan Allah Ta’ala adalah enam landasan yang telah Allah Ta’ala terangkan dengan sangat gamblang sehingga mudah dipahami oleh orang-orang awam sekalipun, lebih dari yang disangka oleh orang-orang. Namun setelah ini, orang-orang yang cerdas dan berakal dari kalangan Bani Adam keliru dalam masalah itu, kecuali sedikit sekali dari mereka.<span id="more-786"></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong>Landasan Pertama</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan penjelasan lawannya yaitu kesyirikan terhadap Allah. Banyak ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskan landasan tersebut dari berbagai sisi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam yang paling bodoh sekalipun. Kemudian seiring berjalannya waktu, taatkala terjadi perubahan pada mayoritas masyarakat, setan menampakkan kepada mereka keikhlasan dalam bentuk penghinaan kepada orang-orang shalih dan merendahkan hak-hak mereka serta menampakkan kesyirikan kepada Allah Ta’ala dalam bentuk kecintaan kepada orang-orang shalih dan pengikut mereka.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Landasan Kedua</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah memerintahkan kita bersatu dalam menjalankan agama-Nya dan melarang bercerai-berai. Allah Ta’ala telah menjelaskan masalah tersebut dengan gamblang sehingga bisa dipahami oleh orang awam sekalipun. Dia melarang kita mengikuti orang-orang sebelum kita, yang bercerai-berai dan berselisih sehingga mereka binasa. Hal tersebut juga dijelaskan dalan As-Sunnah. Namun di kemudian hari, bercerai-berai dalam pokok-pokok agama dan cabang-cabangnya dianggap sebagai ilmu dan pengetahuan agama, sedangkan bersatu dalam menjalankan agama malah dianggap sebagi sesuatu yang hanya pantas dilontarkan oleh orang-orang zindiq atau gila.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Landasan Ketiga</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya untuk lebih menyempurnakan landasan yang kedua, yaitu bersatu dalam menjalankan agama, diperlukan sikap mau mendengar dan taat kepada para pemegang pemerintahan, walaupun ia seorang budak Habsyi. Allah Ta’ala telah menjelaskan hal ini dengan penjelsan yang indah, lengkap dan sempurna, baik dari sisi syar’i maupun qadari (kauniyah/bukti), sehingga tidak membutuhkan penjelasan lagi. Kemudian perkara ini berubah menjadi satu hal yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang yang mengaku berilmu. Oleh karena itu, bagaimana mereka bisa mengamalkannya?</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Landasan Keempat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Landasan keempat ini berisi penjelasan tentang ilmu dan ulama, fikih, dan ahli fikih serta orang yang berlagak seperti mereka namun tidak termasuk golongan mereka. Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan landasan ini dalam awal surat Al-baqarah dalam firmannya: &#8220;Hai Bani Israil, ingatlah kalian kepada nikmat-Ku yang Aku berikan kepada kalian dan penuhilah janji-Ku, niscaya Aku penuhi janji kalian.” (QS. al-Baqarah: 4).</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai firmannya: &#8220;Hai, Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang Aku berikan kepada kalian dan sesungguhnya Aku telah melebihkan kalian atas seluruh manusia.” (QS. al-Baqarah: 47).</p>
<p style="text-align:justify;">Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga menjelaskan hal ini sehingga menjadi semakin jelas dan gamblang bagi orang awam yang bodoh sekalipun. Akan tetapi, di kemudian hari perkara ini menjadi sesuatu yang paling asing; ilmu dan fikih dianggap sebagai bid’ah dan kesesatan. Pilihan terbaik menurut mereka adalah mengaburkan antara yang hak dan yang batil. Mereka menganggap ilmu yang wajib dipelajari manusia dan pujian bagi orang-orang yang berilmu hanyalah bualan orang-orang zindiq atau gila, sedangkan orang yang mengingkari dan memusuhi ilmu serta melarang orang-orang yang mempelajarinya dianggap sebagai orang yang fakih dan ‘alim.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Landasan Kelima</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Landasan kelima ini berisi penjelasan tentang wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perbedaan mereka dengan musuh-musuh Allah Ta’ala dari kalangan orang-orang munafik dan orang-orang jahat yang menyerupai mereka. Dalam masalah ini cukuplah kita memperhatikan satu ayat dari surat Ali ‘Imran yakni firman-Nya: &#8220;Katakanlah, ’Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (QS. Ali ‘Imran: 31). Dan satu ayat dalam surat al-Maidah yakni firman-Nya: &#8220;Hai orang-orang yang beriman, siapa di antara kalian yang murtad dari agama Allah, maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya.” (QS al-Maidah: 54). Serta satu ayat dalam surat Yunus yakni firman-Nya: &#8220;Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak akan merasa ketakutan dan tidak pula merasa bersedih hati (yakni) orang-orang yang beriman dan mereka tetap bertakwa.” (QS. Yunus: 62).</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian makna wali-wali Allah ini diubah oleh mereka yang mengaku memiliki ilmu dan sanggup memberi petunjuk kepada manusia serta menguasai ilmu-ilmu syari’at. Mereka menganggap bahwa wali-wali Allah Ta’ala adalah mereka yang meninggalkan teladan para rasul, sedangkan yang meneladani para rasul bukan wali-wali Allah Ta’ala. Selain itu, menurut mereka, para wali mereka yang meninggalkan jihad, keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Barangsiapa yang berjihad, beriman dan bertakwa kepada Allah Ta’ala, maka dia bukan termasuk wali.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya Allah, kami mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan (dari anggapan sesat mereka). Sesungguhnya Engkau maha mengabulkan doa.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Landasan Keenam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Landasan keenam berisi bantahan terhadap syubhat yang dilontarkan oleh setan yang mengajak manusia meninggalkan Al Qur’an dan As Sunnah kemudian mengikuti pendapat hawa nafsu yang beragam. Syubhat yang mereka lontarkan adalah bahwa Al Qur’an dan As Sunnah tidak bisa dipahami kecuali oleh seoarng mujtahid, sedangkan mujtahid adalah seseorang yang mempunyai kriteria tertentu yang barangkali tidak akan dapat dimiliki oleh siapa pun, termasuk Abu Bakar dan Umar. Oleh karena itu, wajib bagi kita meninggalkan Al Qur&#8217;an dan As Sunnah, tidak ragu dan tidak samar lagi. Barangsiapa yang mencari petunjuk dari Al Qur’an dan As Sunnah, maka dia adalah zindiq atau gila, karena ketidakmungkinan memahami keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Betapa banyak penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala , baik dengan perintah-perintah dan larangan maupun dengan hukum-hukum kauni dalam membantah syubhat yang tercela ini mencakup berbagai seginya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Allah Ta’ala berfirman: &#8220;Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, sehingga mereka tertengadah. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Allah Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Na. Berilah kabar gembira (kepada orang-orang seperti ini) ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. Yaasin: 7-11).</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, segala puji bagi Allah Rabbul ’Alamin dan shalawat dan salam semoga terlimpah atas Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya sampai hari kiamat.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk Download: matan asli lengkap dengan matan dan terjemah klik di <a title="Ushul Sittah Syakal Matan Arab &amp; Terjemah" href="http://bimbinganislami.files.wordpress.com/2011/07/ushul-sittah-syakal-matan-arab.doc" target="_blank">sini</a>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/category/aqidah/'>Aqidah</a> Tagged: <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/6-dasar-utama/'>6 dasar utama</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/enam-landasan-agama/'>Enam Landasan Agama</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/'>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/terjemah/'>Terjemah</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/ushul-as-sittah/'>Ushul As Sittah</a>, <a href='http://bimbinganislami.wordpress.com/tag/ushulus-sittah/'>ushulus sittah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bimbinganislami.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bimbinganislami.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bimbinganislami.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bimbinganislami.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bimbinganislami.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bimbinganislami.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bimbinganislami.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bimbinganislami.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bimbinganislami.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bimbinganislami.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bimbinganislami.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bimbinganislami.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bimbinganislami.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bimbinganislami.wordpress.com/786/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bimbinganislami.wordpress.com&amp;blog=9882841&amp;post=786&amp;subd=bimbinganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bimbinganislami.wordpress.com/2011/07/13/enam-landasan-agama-terjemah-ushul-as-sittah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
