Keteladanan Shahabat Dalam Mengutamakan Dan Membantu Orang Lain
7 Januari 2011 Tinggalkan Komentar
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي مَجْهُوْدٌ، فَأَرْسَلَ إِلَى بَعْضِ نِسَائِهِ، فَقَالَتْ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا عِنْدِي إِلاَّ مَاءٌ، ثُمَّ أَرْسَلَ إِلَى أُخْرَى، فَقَالَتْ مِثْلَ ذَلِكَ، حَتَّى قُلْنَ كُلُّهُنَّ مِثْلَ ذَلِكَ: لاَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا عِنْدِي إِلاَّ مَاءٌ،
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((مَنْ يُضِيْفُ هَذَا اللَّيْلَةَ؟)) فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: أَنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ.
Datang seseorang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia berkata: “Sesungguhnya aku tertimpa kesusahan.” Kemudian beliau mengutus seseorang ke sebagian istrinya, namun istrinya itu menjawab: “Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak ada di sisiku kecuali air.” Kemudian beliau mengirim kepada istri beliau yang lain, namun dia juga menjawab seperti itu, sampai semua istri beliau menjawab: “Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak ada di sisiku kecuali air.” Baca tulisan ini lebih lanjut