Khutbah Anjuran untuk Berbuat Ihsan

Berkaitan dengan Kemarau
Yang Menyebabkan Kesusahan di Pedesaan
dan Membuat Harta Benda Rusak
Khutbah oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di
الحمد لله الذي وعد المنفقين أجرا عظيما وخلفا ، وأوعد الممسكين لأموالهم عن الخير عطبا وتلفا . وأشهد أن لا إله إلا هو الملك الجواد ، الرءوف بالعباد . وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ، أفضل الرسل وخلاصة العباد ، اللهم صل وسلم وبارك على محمد ، وعلى آله وأصحابه ، أولي الفضل والعلم والانقياد .أما بعد

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Sayangilah para hamba Allah, sehingga kalian akan beruntung dengan pahala dan keridhoan Allah. Allah berfirman:
{وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ }
“Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

{ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا}
“Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqoroh: 110)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((يَنْزِلُ كُلَّ صَبَاحِ يَوْمٍ مَلَكَانِ، يَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا))
Pada setiap pagi hari turun dua malaikat. Salah satunya berdoa: “Ya Allah berilah orang yang menginfakkan (hartanya) pengganti.” Yang lain berdoa: “Ya Allah berilah orang yang menahan (hartanya) kerusakan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Wahai orang-orang yang kaya, yang mempunyai kelebihan rizki dan harta, kunjungilah saudaramu yang sedang tidak punya, dan berlemah lembutlah dengan keadaannya.
Sebagaimana sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
((الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ ))
“Orang-orang yang menyayangi akan disayangi oleh Ar-Rohman, Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah orang yang ada di muka bumi, kalian akan disayangi dengan yang ada di langit.” (Shohih. HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lainnya dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash, lihat As-Silsilah Ash-Shohihah 2/630 No. 925)
Sayangilah saudara kalian yang telah binasa hewan-hewan ternak mereka dan sedikit harta benda mereka! Sayangilah para hamba Allah yang urusan mereka menjadi kacau dan keadaan mereka menjadi rusak. Sayangilah orang-orang yang dulu mereka kaya serba berada, kemudian menjadi tidak punya apa-apa! Sayangilah orang-orang yang ditimpa kesusahan, kefakiran, dan kesengsaraan, semoga kalian disayangi Allah Yang Maha Penyayang dalam keadaan senang atau susah.
Wahai orang-orang yang beriman, tidakkah kalian yakin dengan janji Allah yang tidak menyelisihi janji, yang kebaikan-Nya dan keutamaan-Nya tidak ada kekurangan dan cela. Sesungguhnya Allah telah berjanji atas perbuatan menginfakkan harta untuk memberikan pahala dan ganjaran yang berlipat ganda dan mencegah musibah, siksa, dan adzab, serta ganti di dunia dan barokah dalam amalan. Allah menjanjikan dibukanya pintu rizki dan bertambah baiknya keadaan. Hendaklah kalian yakin dengan janji-Nya! Berharap dengan kebaikan dan kemurahan-Nya!
Infak yang sedikit bersamaan dengan niat yang baik akan menjadi banyak, dan Allah akan menyampaikan pelakunya kepada ampunan dan pahala yang besar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ -وَلَا يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ- وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ثُمَّ يُرَبِّيهَا لأَحَدِكُمْ، كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ العَظِيْمِ))
“Barangsiapa yang bersedekah dengan yang senilai dengan kurma dari pekerjaan yang baik –dan Allah tidak menerima kecuali yang baik-, maka sungguh Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya kemudian memeliharanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak kuda, hingga menjadi semisal sebuah gunung yang besar.” (HR. Al-Bukhori dari Abu Huroiroh)
((اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ))
“Takutlah kepada neraka walaupun dengan (bersedekah) setengah atau sebagian kurma.” (HR. Al-Bukhori dari ‘Adiy bin Hatim) 
Hendaklah salah seorang dari kalian menyedekahkan sebagian dari uangnya, atau sebagian bahan makanan. Bagaimana salah seorang dari kita kenyang sedang saudaranya yang semuslim dalam keadaan lapar? Bagaimana salah seorang kita bergelimangan dalam kenikmatan dunia, sedangkan saudaranya dalam keadaan miskin tak punya apa-apa? Dimanakah orang-orang yang suka berkasih-sayang? Dimanakah orang yang suka melawan dirinya dalam melakukan kebaikan?
{وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ * فَكُّ رَقَبَةٍ * أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ * يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ * أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ }
“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,atau kepada orang miskin yang sangat fakir.” (QS. Al-Balad: 12-16)
Telah mengeras hati-hati kita, sehingga nasehat dan peringatan tidak memberi manfaat padanya. Telah menurun kecintaan kita dalam kebaikan, sehingga kabar yang membuat rindu dan peringatan tidak berpengaruh padanya. Dimanakah kita bila dibandingkan dengan orang yang suka bersedekah dan suka berbuat ihsan?! Yaitu orang-orang yang -dengan sifat kasih-sayang mereka yang ada dalam hati mereka- mengasihi manusia! Mereka bersegera kepada kebaikan dan mengeluarkan harta-harta yang disimpan! Mereka senang dengan harta yang memenuhi kebutuhan dan keperluan yang mendesak. Mereka mendekatkan diri mereka dengan hal itu kepada Allah Tuhan langit-langit. Mereka itulah orang-orang yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya yang teduh. Mereka itulah orang-orang yang mencapai pahala dan ganjaran yang banyak. Mereka selamat dari siksa dan adzab yang menyakitkan. Maka hendaklah mereka bergembira dengan ganti yang segera dari Allah yang Mulia, dan dengan barokah dalam amal-perbuatan, umur, serta rizki mereka, dan kebaikan yang indah.
{إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ * لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ }
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ .
(Diterjemahkan dari: Al-Fawakih Asy-Syahiyah Fi Al-Khuthob Al-Mimbariyyah)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: