Khutbah Dorongan Untuk Bertakwa

Penjelasan Batasan Dan Faedah-Faedah Takwa
Khutbah oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di
الحمد لله المتفرد بعظمته وكبريائه ومجده، المدبر للأمور بمشيئته وحكمته وحمده، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له في ألوهيته وربوبيته وفضله ورفده ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، خير داع إلى هداه ورشده، اللهم صل وسلم وبارك على محمد، وعلى آله وأصحابه وأتباعه وجنده. أما بعد
Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah ta’ala, sesungguhnya bertakwa kepada Allah adalah sebaik-baik pakaian dan bekal, seutama-utama perantara menuju ridho Allah tuhannya para hamba. Allah ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tidak dia sangka.” (QS. Ath-Tholaq: 2-3)

Allah juga menjanjikan bagi orang yang bertakwa dengan kelapangan dan jalan keluar dari semua kesedihan dan kesempitan. Dan menjanjikan dengan memberi rizki yang luas dan gampang dari segala jalan. Allah berfirman:
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا }
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Tholaq: 4)
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا }
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS. Ath-Tholaq: 5)
Kemudian Allah juga menjanjikan orang yang bertakwa akan dipermudah dengan kemudahan dalam segala perkara dan akan dihapuskan darinya kesalahan-kesalahannya dan diperbesar pahalanya. Allah berfirman:
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ }
“Hai orang-orang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepada kalian Furqaan. Dan kami akan jauhkan diri kalian dari kesalahan-kesalahan kalian, dan mengampuni (dosa-dosa) kalian. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal: 29)
Maka Allah memberi kabar gembira dengan Al-furqoon kepada kaum mukminin jika mereka bertakwa kepada-Nya. Al-furqoon adalah ilmu yang bermanfaat, yang memisahkan antara yang halal dan yang harom. Juga memberi kabar gembira dengan penghapusan kesalahan-kesalahan dan pengampunan dosa-dosa. Serta memberi kabar gembira dengan keutamaan yang besar dari Allah Yang Maha Menguasai dan Maha Mengetahui.
Jika kalian bertanya tentang apa takwa itu, yang demikian pengaruhnya dan demikian ini buah dan faedahnya. Maka sesungguhnya takwa itu dasarnya adalah taubat yang nashuha dari seluruh dosa, kemudian inabah (kembali kepada Allah) dari kalian pada setiap waktu kepada Allah Yang Maha Mengetahui perkara yang ghoib. Hal itu dengan tujuan yang pasti untuk menunaikan perkara-perkara fardhu dan perkara-perkara yang wajib, serta menjauhi seluruh perkara yang dilarang dan diharomkan. Takwa adalah menegakkan hak-hak Allah dan hak-hak para makhluk dan mendekatkan diri dengan hal itu kepada Allah Tuhan semesta alam.
Tanda-tanda seorang beriman, yaitu dia menegakkan dasar-dasar keimanan, dengan menyempurnakan syariat-syariat Islam dan hakikat-hakikat ihsan, dengan menjaga sholat-sholat pada waktu-waktunya, dengan menunaikan berbagai macam zakat bagi orang-orang yang berhak, dengan menunaikan haji dan puasa, dengan berbakti kepada kedua orang tua, dengan menyambung kekerabatan, dengan berbuat baik kepada tentangga dan orang-orang miskin, dengan berbuat jujur dalam muamalahnya bersama semua orang, yang selamat hatinya dari sifat sombong, dengki, iri, dan hasud, yang penuh hatinya dengan sikap nasehat dan cinta kebaikan untuk setiap orang. Tidak meminta kecuali kepada Allah. Tidak meminta tolong kecuali dengan Allah, serta tidak berharap dan takut kepada seorangpun dari selain Allah.
Allah telah menyebutkan ciri orang yang bertakwa dan menjelaskan ganjarannya dalam firman-Nya:
(وَسَارِعُوَاْ إِلَىَ مَغْفِرَةٍ مّن رّبّكُمْ وَجَنّةٍ عَرْضُهَا السّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدّتْ لِلْمُتّقِينَ) (الّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السّرّآءِ وَالضّرّآءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النّاسِ وَاللّهُ يُحِبّ الْمُحْسِنِينَ) (وَالّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوَاْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذّنُوبَ إِلاّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرّواْ عَلَىَ مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ) (أُوْلَـَئِكَ جَزَآؤُهُمْ مّغْفِرَةٌ مّن رّبّهِمْ وَجَنّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ) [سورة: آل عمران : 133- 136]
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali Imron: 133-136)
Semoga Allah memberi anugerah kepada aku dan kalian untuk mewujudkan takwa. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kalian termasuk orang-orang yang berpegang dengan tali (Islam, Iman, dan tauhid) yang kuat.
وبارك لي ولكم في القرآن العظيم .
(Diterjemahkan dari: Al-Fawakih Asy-Syahiyah Fi Al-Khuthob Al-Mimbariyyah)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: