Syaikh Muh Bin Abdul Wahhab: BAB KEUTAMAAN ISLAM

Bismillah
Para pembaca semua, yang semoga dirahmati oleh Allah.

Pada posting berikut ini akan dihadapkan kepada para pembaca semua terjemahan dari kitab seorang ulama terkenal yaitu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang telah diberi ta’liq oleh Syaikh Ibnu Baz rahimahullah, Insya Allah. Semoga dipermudah dan diberkahi oleh Allah.
——————————————————————–

KEUTAMAAN ISLAM

(Terjemah

Kitab Fadhlul Islam)

Karya: Syaikhul Islam Al-Imam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab
Rohimahullah


Dengan ta’liq (keterangan) oleh Al-‘Allamah Mufti Negara Saudi
Asy-Syaikh Al-Imam ‘Abdul ‘Aziz bin Baz
Rohimahullah
===========================================================

Bismillahirrohmanirrohim
BAB KEUTAMAAN ISLAM
Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Dan firman Allah ta’ala:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagi kalian.” (Bagian dari QS. Al-Maidah: 3)

Dan firman Allah ta’ala:

قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي شَكٍّ مِنْ دِينِي فَلَا أَعْبُدُ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ أَعْبُدُ اللَّهَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ
“Katakanlah: Hai manusia, jika kalian masih dalam keraguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kalian.” (Bagian dari QS. Yunus: 104)

Dan firman Allah ta’ala:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَءَامِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rosul-Nya, niscaya Allah memberikan rohmat-Nya kepada kalian dua bagian, dan menjadikan untuk kalian cahaya yang dengan cahaya itu kalian dapat berjalan dan Dia mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hadid: 28)

Dan dalam Ash-Shohih dari Ibnu ‘Umar , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

(( مَثَلُكُمْ وَمَثَلُ أَهْلِ الْكِتَابَيْنِ كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَأْجَرَ أُجَرَاءَ فَقَالَ مَنْ يَعْمَلُ لِي مِنْ غُدْوَةَ إِلَى نِصْفِ النَّهَارِ عَلَى قِيرَاطٍ فَعَمِلَتْ الْيَهُودُ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَعْمَلُ لِي مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ إِلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ عَلَى قِيرَاطٍ فَعَمِلَتْ النَّصَارَى ثُمَّ قَالَ مَنْ يَعْمَلُ لِي مِنْ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغِيبَ الشَّمْسُ عَلَى قِيرَاطَيْنِ فَأَنْتُمْ هُمْ فَغَضِبَتْ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالُوا مَا لَنَا أَكْثَرَ عَمَلًا وَأَقَلَّ عَطَاءً قَالَ هَلْ نَقَصْتُكُمْ مِنْ حَقِّكُمْ قَالُوا لَا قَالَ فَذَلِكَ فَضْلِي أُوتِيهِ مَنْ أَشَاءُ))
“Permisalan kalian (ummat Islam) dengan dua golongan ahlul kitab (yahudi dan nasrani), adalah seperti seorang yang memperkerjakan beberapa pekerja. Orang itu berkata, “Siapa yang mau bekerja untukku dari waktu pagi sampai pertengahan siang, dengan upah satu qiroth?” Kemudian yahudi melakukannya. Kemudian orang itu berkata, “Siapa yang mau bekerja untukku dari waktu pertengahan siang sampai waktu sholat ashar, dengan upah satu qiroth?” Kemudian nasrani melakukannya. Kemudian orang itu berkata, “Siapa yang mau bekerja untukku dari waktu ashar sampai waktu matahari tenggelam, dengan upah dua qiroth?” Kemudian kalian (umat Islam) melakukannya. Maka orang yahudi dan nasrani marah. Mereka berkata, “Kenapa kami lebih banyak pekerjaannya tetapi lebih sedikit upahnya?” Orang itu menjawab, “Apakah aku mengurangi hak kalian?” Mereka menjawab, “Tidak.” Orang itu berkata, “Itulah keutamaanku (anugerahku) yang aku berikan kepada orang yang aku kehendaki.”

Dan dalam Ash-Shohih juga dari Abu Huroiroh, dia berkata, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( أَضَلَّ اللَّهُ عَنْ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا فَكَانَ لِلْيَهُودِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ الْأَحَدِ فَجَاءَ اللَّهُ بِنَا فَهَدَانَا اللَّهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَالْأَحَدَ وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَحْنُ الْآخِرُونَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا وَالْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ))
“Allah menyesatkan dari hari jum’at orang-orang yang sebelum kita. Hari sabtu adalah bagi orang yahudi. Sedangkan hari ahad adalah untuk orang nasrani. Kemudian Allah mendatangkan kita dan memberi petunjuk kepada kita kepada hari jum’at. Kemudian Allah menjadikan hari jum’at, sabtu, dan ahad. Dan demikian pula mereka mengikuti kita pada hari kiamat. Kita adalah orang-orang akhir dari penduduk dunia, tetapi orang-orang awal pada hari kiamat.”

Dan dalam Ash-Shohih yang dibawakan secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad kecuali sanad terakhir) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

(( أَحَبُّ الدِّينِ إِلَى اللَّهِ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ ))
“Agama yang paling dicintai Allah adalah al-hanifiyah  as-samhah (agama Islam yang lapang).”*

Dan dari Ubay bin Ka’ab , beliau berkata, “Wajib atas kalian untuk mengikuti as-sabil (Islam) dan as-sunnah. Sesungguhnya tidaklah seorang hamba di atas as-sabil dan as-sunnah, kemudian mengingat Allah dan kedua matanya mengalirkan air mata karena rasa khosyah (takut) kepada Allah, akan disentuh oleh api neraka. Dan tidaklah seorang hamba di atas as-sabil dan as-sunnah, kemudian mengingat Allah dan merinding kulit-kulitnya karena rasa khosyah (takut) kepada Allah kecuali permisalan dia adalah seperti satu pohon yang kering daunnya. Ketika dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba pohon itu ditiup angin, sehingga daunnya berguguran, kecuali akan berguguran dosa-dosanya sebagaimana daun-daun itu berguguran dari pohon ini. Sesungguhnya sederhana dalam as-sabil dan as-sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam menyelisihi as-sabil dan as-sunnah.”

Dari Abu Darda’ , dia berkata, “Duhai sungguh baiknya tidurnya orang-orang yang cerdik dan  tidak puasanya mereka, bagaimana mereka mengalahkan bergadangnya orang yang dungu dan puasa mereka. Seukuran dzarroh kebaikan bersamaan dengan ketakwaan dan keyakinan itu lebih agung, lebih utama, dan lebih berat dari permisalan beberapa gunung ibadahnya orang-orang yang tertipu.” **
————————————————-
Ta’liq Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

** Dan maksud dari hal ini: Bahwa Allah ta’ala menjadikan Islam sebagai agama yang paling utama. Islam adalah agama Allah yang dengannya diperoleh kebahagiaan dan kesuksesan. Seorang hamba jika istiqomah (teguh) di atas Islam dan berpegang teguh dengannya, maka dia akan mendapat surga dan kemuliaan.

Dan kesungguh-sungguhan seorang hamba dalam sholat, puasa, dan lainnya namun tidak sesuai dengan as-sunnah tidak akan memberi manfaat kepadanya.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagi kalian.” (Bagian dari QS. Al-Maidah: 3)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya.” (QS. Ali Imron: 85)

Maka wajib bagi semua orang yang dibebani dengan syariat untuk berpegang teguh dengan Islam dan bersungguh-sungguh untuk taat kepada Allah ta’ala. Inilah jalan keselamatan. Dan inilah jalan kebahagiaan. Dan sederhana dalam Islam dan berjalan di atas Islam walau sedikit itu lebih baik dari bersungguh-sungguh di atas jalan selain Islam dan sunnah. La haula wala quwwata illa billah. (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.)

nb.
* syariat yang menyimpang dari agama yang bathil. Ibnul Qoyyim menyatukan keberadaan agama Islam sebagai al-hanifiyah as-samhah: hanifiyah dalam tauhid dan samhah (lapang) dalam amalan. (adm)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: