Cukup Mengikuti Kitab Suci Terakhir Al-Qur’an

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Kitab Fadhul Islam bag 5: BAB MERASA CUKUP DENGAN MENGIKUTI AL-QUR’AN DARIPADA (KITAB-KITAB) YANG LAINNYA
Dan firman Allah ta’ala:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu.” ( QS. An-Nahl: 89).
Al-Imam An-Nasa’i dan yang lainnya meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melihat selembar dari At-Taurot di tangan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu. Kemudian beliau berkata:

(( أمتهوكون يا ابن الخطاب ؟ لقد جئتكم بها بيضاء نقية ، ولو كان موسى حياً واتبعتموه وتركتموني ضللتم ))
“Apakah kamu merasa bingung wahai Ibnul Khoththob? Sungguh aku telah datang kepada kalian dengannya dalam keadaan putih bersih. Kalau seandainya Musa hidup dan kalian mengikutinya serta kalian meninggalkanku, niscaya kalian akan sesat.”
Dan dalam satu riwayat:
(( ولو كان موسى حياً ما وسعه إلا اتباعي ))
“Kalau seandainya Musa hidup, dia tidak boleh kecuali mengikutiku.” Kemudian ‘Umar berkata: “Aku ridho Allah sebagai Robb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai rosul.”1
========================
Ta’liq Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
1. Hal ini jelas dalam firman Allah jalla wa ‘ala:
(وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ)
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya.” (QS. Ali ‘Imron:85).
Dan dalam firman-Nya:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rosul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (QS. An-Nur: 63).
Dan dalam firman-Nya:
وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
“Apa yang diberikan Rosul kepada kalian, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7).
Maka wajib atas seluruh umat untuk mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kalau seandainya Musa, ‘Isa, atau nabi lainnya hidup, mereka tidak boleh kecuali mengikuti beliau, karena beliau diutus untuk seluruh manusia.
(قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً)
“Katakanlah, “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua.”” (QS. Al-A’rof: 158).
Maka wajib atas seluruh umat baik laki-laki atau perempuan, bangsa arab atau non arab, manusia atau jin untuk mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk tunduk kepada syariatnya sesuai yang datang dalam al-qur’an al-karim dan sunnah yang suci. Mereka tidak boleh keluar dari hal itu.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: