Larangan Seruan Jahiliyyah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Kitab Fadhul Islam bag 6: BAB TENTANG KELUAR DARI SERUAN-SERUAN ISLAM
Dan firman Allah ta’ala:
 (هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا)
“Dia (Allah) telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini.” (QS. Al-Hajj:78).
Dan dari Al-Harits Al-Asy’ari, dia menceritakannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
 (( وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ اللَّهُ أَمَرَنِي بِهِنَّ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ وَالْجِهَادُ وَالْهِجْرَةُ وَالْجَمَاعَةُ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَّا أَنْ يَرْجِعَ وَمَنْ ادَّعَى دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ فَإِنَّهُ مِنْ جُثَا جَهَنَّم ))
“Aku memerintahkan kalian dengan lima hal yang diperintahkan Allah kepadaku; (yaitu) untuk mendengar, untuk taat, untuk berjihad, untuk hijroh, dan untuk bersatu dengan al-jama’ah. Sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan al-jama’ah sejarak sejengkal, maka berarti telah melepaskan tali Islam dari lehernya, kecuali dia kembali. Dan barangsiapa yang menyeru dengan seruan jahiliyah, maka dia termasuk dari kumpulan penghuni neraka jahannam.”

Kemudian seseorang berkata kepada beliau, “Wahai Rosulullah, meskipun dia sholat dan puasa?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
 ((وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ فَادْعُوا بِدَعْوَى اللَّهِ الَّذِي سَمَّاكُمْ الْمُسْلِمِينَ الْمُؤْمِنِينَ عِبَادَ اللَّهِ ))
“Meskipun dia sholat dan puasa. Maka serulah dengan seruan-seruan Allah yang memberi nama kalian (seperti) kaum muslimin, kaum mukminin, dan hamba-hamba Allah.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi. Beliau At-Tirmidzi berkata: Ini hadits hasan shohih.1
Dan dalam Ash-shohih:
(( مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ فَمِيتَةٌ جَاهِلِيَّةٌ )).
“Barangsiapa yang meninggalkan al-jama’ah sejarak satu jengkal, maka jika dia mati maka dia mati dengan cara jahiliyah.”
Dan di dalam Ash-Shohih:
(( أَبِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ وَأَنَا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ؟))
“Apakah kalian menyeru dengan seruan jahiliyah padahal aku berada di antara kalian?”
Berkata Abul ‘Abbas rohimahullah: “Setiap seruan yang keluar dari seruan Islam dan Al-Qur’an baik secara nasab, secara daerah, jenis, madzhab, atau thoriqoh maka itu termasuk penisbatan jahiliyah.2 Bahkan ketika seorang Muhajirin dan seorang Anshor saling bertengkar. Kemudian orang Muhajirin itu menyeru, “Wahai kaum Muhajirin tolonglah!” Kemudian orang Anshor itu menyeru, “Wahai orang-orang Anshor tolonglah!” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 (( أَبِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ وَأَنَا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ؟ ))
 “Apakah kalian menyeru dengan seruan jahiliyah padahal aku berada di antara kalian?” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat marah dengan ucapan tersebut.”
Selesai ucapan beliau rohimahullah.3
========================
Ta’liq Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
1. Hadits ini merupakan peringatan dari seruan-seruan jahiliyah seperti: Wahai keluarga fulan, wahai keluarga fulan” Ini tak boleh. Tetapi serukan “Wahai ahlut tauhid, wahai orang-orang yang beriman.” Semua mereka adalah saudara. Jika terjadi peperangan, mereka tidak menisbatkan, “Wahai keluarga fulan, wahai anak turunan qohthon, wahai bani ini, wahai bani itu.” Tidak. Mereka adalah satu. Kaum muslimin adalah satu. Mereka tidak boleh mendebat dengan seruan-seruan jahiliyah. Oleh karena itu ketika dikatakan, “Wahai muhajirin” Yang lain mengatakan, “Wahai Anshor”
Maka nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 (( أَبِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ وَأَنَا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ ))
“Apakah dengan seruan-seruan jahiliyah (kalian menyeru) padahal aku masih ada di antara kalian?”
Maka wajib untuk menyeru dengan seruan-seruan Islam, seperti: “Wahai saudara-saudaraku, wahai kaum muslimin”, demikian ketika meminta pertolongan dan memberi semangat mereka untuk berperang dengan nama Islam dan dengan nama iman.
2 Maksudnya: bahwa seruan-seruan yang memakai nama selain Islam, seperti: wahai orang-orang Mekkah, wahai orang-orang Thoif, wahai orang-orang Nejed, wahai orang-orang ini.” Ini adalah seruan-seruan jahiliyah. Maka hendaknya mereka mengatakan: “wahai kaum mukminin, wahai saudara-saudaraku, wahai para penolong Allah, wahai hamba-hamba Allah.” Dan demikian seterusnya.
3 Ini adalah perkara yang wajib dan inilah yang akan memberikan semangat kepada mereka dan menggerakkan hati-hati mereka. Maka ketika bertemu dengan musuh, dia memberi semangat mereka untuk tetap bertempur dan bersabar dengan seruan iman dan seruan Islam. Seperti: “Wahai kaum muslimin, wahai tentara Allah, wahai hamba-hamba Allah, wahai kaum muslimin, wahai penolong-penolong Allah, dan demikian seterusnya yang mendorong mereka dan memberi semangat mereka dengan nama yang umum

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: