Peringatan dari Sikap Memberat-Beratkan Diri Dan Berdalam-Dalam

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 10:

BAB FIRMAN ALLAH TA’ALA
(يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ)
“Hai ahli kitab, mengapa kalian berbantah-bantahan tentang perkara Ibrohim.”
Sampai pada firman-Nya:
وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Dan Ibrohim itu bukan termasuk golongan orang-orang yang musyrik.”
(QS. Al-Baqoroh: 135)
Dan firman-Nya:
(وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ)
“Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrohim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang sholih.” (QS. Al-Baqoroh: 130).

Dan didalamnya ada hadits tentang khowarij sebagaimana yang telah lalu penyebutannya.
Dan didalamnya ada juga sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
(( إن آل أبي فلان ليسوا لي بأولياء إنما أوليائي المتقون ))
“Sesungguhnya keluarga Abu Fulan bukanlah termasuk wali-waliku, sesungguhnya wali-waliku hanyalah orang-orang yang bertakwa.”
Dan didalamnya juga ada hadits dari Anas bahwasanya Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kepadanya bahwa sebagian shohabat berkata, “Adapun aku tidak akan makan daging.” Yang lainnya berkata, “Aku akan sholat malam terus tidak akan tidur.” Lalu yang lainnya lagi berkata, “Aku tidak akan menikahi wanita.” Sedangkan yang lainnya lagi berkata: “Aku akan berpuasa terus tidak akan berbuka.” Maka Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(( أُقُومُ وَأَنَامُ وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ وَآكُلُ اللًّحْمَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي))
“Aku sholat malam dan aku juga tidur, aku berpuasa dan aku berbuka, aku menikahi para wanita dan aku juga memakan daging. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku maka dia bukan termasuk golonganku.”1
Maka perhatikanlah! Jika beberapa shohabat yang ingin mengkebiri diri dalam beribadah, dikatakan tentangnya dengan ucapan yang keras ini dan perbuatannya itu digolongkan sebagai kebencian terhadap sunnah, maka apa pendapatmu tentang amalan bid’ah-bid’ah yang selain itu? Dan apa pendapatmu jika yang melakukannya itu selain para shohabat?
========================
Ta’liq Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
1. Maka ini didalamnya ada peringatan terhadap sikap memberat-beratkan diri dan berdalam-dalam, dan yang wajib atas seorang mukmin untuk berhati-hati dari hal itu. Maka hendaknya dia itu sholat, puasa, bangun (malam), tidur, berbuka, memakan daging, tidur di atas tempat tidur, dan jangan memberat-beratkan diri. Oleh karena itu Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(( أما أنا أُقُومُ وَأَنَامُ وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ وَآكُلُ اللًّحْمَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي ))
“Aku sholat malam dan aku juga tidur, aku berpuasa dan aku berbuka, aku menikahi para wanita dan aku memakan daging. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku maka dia bukan termasuk golonganku.”
Maka Allah mensyariatkan kepada para hamba-Nya perkara yang tidak memberatkan mereka dan perkara yang menyusahkan mereka. Sehingga tidak boleh bersikap memperberat-berat diri dan berdalam-dalam. Dalam sunnah Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu telah ada yang mencukupi, dimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seutama-utama dan sebaik-baik manusia.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: