Merenungi Kesenangan & kenikmatan ketika ada dan tidaknya

“… Agar seorang hamba (yaitu manusia) sepatutnya merenungi dan memikirkan nikmat-nikmat Allah atas dirinya, membandingkannya pada saat kenikmatan tersebut tidak ada … Jika dia membandingkan ketika kenikmatan itu ada dan ketika tidak ada, akalnya akan menjadi sadar akan letak-letak kenikmatan Allah (pada dirinya).

Berbeda dengan orang yang yang terbiasa dengan sebuah kenikmatan dan dia memandang bahwa kenikmatan ini adalah perkara yang tidak akan hilang selamanya. Buta hatinya dari memuji Allah atas kenikmatan-kenikmatan dan dia buta dari rasa butuhnya dia kepada kenikmatan-kenikmatan Allah pada setiap waktu. Maka seperti ini tak akan memperbaharui pikirannya untuk bersyukur (kepada Allah) dan menjaga atas nikmat Allah.”
(Diterjemahkan dari Tafsir Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah surat Al-Qashash ayat 71-73)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: