Menerima Taqdir-Taqdir Allah Ta-ala dengan Ridha dan Sabar

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Termasuk Akhlak yang Baik bersama Allah adalah Menerima Taqdir-Taqdir Allah Ta’ala dengan Ridha dan Sabar

Setiap kita mengetahui bahwa taqdir-taqdir Allah ‘azza wa jalla yang Dia langsungkan kepada makhluk-Nya tidak semuanya mencocoki makhluk, dengan makna: bahwa di antaranya ada yang mencocoki keinginan makhluk dan di antaranya ada yang tidak mencocoki mereka.

Sakit misalnya, tidak mencocoki manusia. Setiap manusia menyukai dirinya sehat bugar.

Demikian juga kefakiran, tidak mencocoki manusia. Setiap orang suka dirinya kaya.

Demikian juga kebodohan, tidak mencocoki manusia. Manusia suka dirinya berilmu.

Akan tetapi taqdir-taqdir Allah ‘azza wa jalla bermacam-macam karena sebuah hikmah yang diketahui Allah ‘aza wa jalla. Di antaranya ada yang tidak mencocoki manusia dan dia tidak merasa senang karenanya sesuai dengan karakternya. Dan di antaranya ada yang tidak demikian. Maka apakah akhlak yang baik bersama Allah ‘azza wa jalla terhadap taqdir-taqdir-Nya?

Akhlak yang baik bersama Allah terhadap taqdir-taqdir-Nya: engkau ridha dengan perkara yang ditaqdirkan Allah bagimu, dan engkau merasa tenang dengan-Nya dan mengetahui bahwa Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah menakdirkan kecuali untuk sebuah hikmah yang besar dan tujuan terpuji yang pantas untuk dipuji dan disyukuri.

Atas hal ini, maka akhlak yang baik bersama Allah terhadap taqdir-taqdirnya, adalah seorang muslim ridha dan pasrah serta merasa tenang. Oleh karena ini, Allah memuji orang-orang yang bersabar. Allah berfirman:

{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ، الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ}

“Dan sungguh akan Kami coba kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’ (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali).” (Al-Baqarah: 155-156)

Sumber: (Makarimul Akhlaq)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: