Memperbaiki Hubungan Antara Sesama Muslim

Allah berfirman:

{لاَ خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلاَّ مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ}

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An-Nisa’: 114)

{وَالصُّلْحُ خَيْرٌ}

“Dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka).” (An-Nisa’: 128)

{فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ}

“Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu.” (Al-Anfal: 1)

{إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ}

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu.” (Al-Hujurat: 10)

Memperbaiki hubungan manusia: yaitu (gambarannya) di antara dua orang ada pemusuhan dan kebencian, kemudian datang seseorang yang mendamaikan, sahingga dia bisa mendamaikan keduanya dan menghilangkan permusuhan dan kebencian di antara keduanya. Semakin dekat hubungan kedua orang itu, perdamaian antara kedua orang itu semakin ditekankan. Maksudnya: bahwa mendamaikan antara bapak dan anaknya lebih utama daripada mendamaikan antara seseorang dengan sahabatnya. Mendamaikan antara seseorang dengan saudaranya lebih utama daripada mendamaikan antara paman dan keponakannya, demikian seterusnya. Setiap memutus hubungan silaturrahmi itu lebih besar, maka mendamaikan antara dua orang yang saling membenci dan memutus hubungan silaturrahmi itu lebih sempurna, lebih utama, dan lebih ditekankan.

Ketahuilah bahwa mendamaikan antara manusia termasuk amalan sholih yang paling utama. Allah berfirman:

{لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلاَّ مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ}

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An-Nisa’: 114)

yaitu kecuali bisikan (an-najwa) untuk menyuruh manusia bersedekah.

An-Najwa adalah ucapan secara rahasia antara seseorang dengan sahabatnya. Maka kebanyakan bisikan antar orang tidak mengandung kebaikan melainkan orang yang menyuruh (manusia) untuk bersedekah atau berbuat ma’ruf.

Perkara ma’ruf adalah setiap perkara yang diperintahkan oleh syariat, yaitu diperintahkan syariat dengan kebaikan.

“Atau mengadakan perdamaian di antara manusia” antara seseorang dengan temannya ada keretakan hubungan, kemudian datang seseorang yang mendamaikan dan kemudian mendamaikan keduanya dan menghilangkan permusuhan dan kebencian antara orang tersebut dengan temannya.

Kemudian Allah ta’ala berfirman:

{وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا}

“Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (An-Nisa: 114)

Maka Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat ini menjelaskan bahwa kebaikan terjadi pada orang yang menyuruh untuk bersedekah atau berbuat ma’ruf atau mendamaikan di antara manusia. Maka ini kebaikan yang terjadi, tidak diragukan lagu. Adapun pahala, Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”

Maka engkau, wahai saudaraku muslim, jika melihat antara dua orang ada permusuhan dan kebencian dan ketidaksukaan, bersemangatlah berupaya untuk mendamaikan keduanya, meskipun engkau menanggung sedikit kerugian pada hartamu, maka itu akan diganti untuk dia.

Kemudian ketahuilah bahwa dalam mendamaikan boleh untuk melakukan tauriyah (menampakkan sesuatu berbeda dengan yang dimaksud), yaitu: dengan engkau mengucapkan kepada seseorang: “Sesungguhnya fulan tidak membicarakanmu sedikitpun, sesungguhnya fulan menyukai orang baik”, dan yang semisalnya, atau engkau mengatakan: “Fulan menyukaimu jika kamu termasuk orang yang baik”, dan engkau menyembunyikan dalam dirimu ucapan “jika kamu termasuk orang yang baik “, agar engkau keluar dari kedustaan.

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

{وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا وَالصُّلْحُ خَيْرٌ}

“Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka).” (An-Nisa’: 128)

Kalimat ini umum, “dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka)” dalam segala perkara.

Kemudian Allah ta’ala berfirman:

{وَأُحْضِرَتِ اْلأَنْفُسُ الشُّحَّ}

“Walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir.” (An-Nisa’: 128)

Ini merupakan isyarat kepada manusia sepantasnya ketika mendamaikan dia mengalah dari apa yang ada pada jiwanya, dan agar dia tidak mengikuti jiwanya, karena jika dia mengikuti jiwanya, maka sesungguhnya jiwa itu kikir. Kadang seseorang menginginkan untuk mengambil haknya secara lengkap. Jika seseorang ingin untuk mengambil haknya secara sempurna, sesungguhnya perdamaian itu akan terhalang. Karena engkau ingin untuk mengambil hakmu secara penuh, dan temanmu juga ingin untuk mengambil haknya secara penuh, sehingga tidak akan terwujud perdamaian.

Tetapi jika masing-masing dari kalian berdua mengalah sebagaimana yang dia inginkan dan dia bisa mengalahkan kekikiran jiwanya, maka akan diperoleh kebaikan dan akan diperoleh perdamaian. Inilah faedah dari firman Allah ta’ala “Walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir”, setelah firman-Nya “dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka)”.

Allah berfirman:

{وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا}

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya!” (Al-Hujurat: 9)

Maka Allah ‘azza wa jalla memerintahkan untuk mendamaikan antara dua pihak yang berperang dari kalangan kaum mukminin.

Intinya bahwa perdamaian semuanya baik. Maka wajib atasmu wahai saudaraku muslim, jika engkau melihat dua orang yang berselisih saling membenci dan saling bermusuhan, wajib engkau untuk mendamaikan antara keduanya agar engkau memperoleh kebaikan yang banyak. Dan berharaplah wajah Allah dan untuk mendamaikan para hamba Allah dalam masalah itu, sehingga engkau memperoleh kebaikan yang banyak.

Sebagaimana Allah berfirman:

{وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا}

“Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (An-Nisa’: 114)

Aku memohon kepada Allah untuk menjadikan aku dan kalian termasuk orang-orang yang sholih yang melakukan islah.

(Sumber: Makarimul Akhlaq oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: