Rasa takutnya Nabi shallallahu alahi wasallam ketika terjadi gerhana

Matahari pernah mengalami gerhana pada masa Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam bangkit dengan segera penuh rasa ketakutan yang sangat akan waktu bencana telah datang waktunya karena sesatnya dan melampaui batasnya mayoritas penduduk bumi atau masa ditiupnya sangkakala telah datang. Seakan beliau lupa karena rasa ketakutannya yang sangat dari firman Allah: “Dan Allah tidak mengadzab mereka pada saat kamu (wahai Nabi) masih ada di antara mereka.” (Al-Anfal: 33)

Beliau juga seakan lupa bahwa ditiupnya sangkakala itu itu didahului tanda-tanda kiamat yang belum terjadi.

Kemudian beliau masuk masjid dan menunaikan shalat kusuf yang panjang berdirinya, rukuknya, dan sujudnya … Kemudian setelah selesai dari shalat beliau menjelaskan kepada manusia bahwa gerhana matahari atau bulan dan lainnya adalah termasuk tanda kekuasaan Allah yang Allah gunakan untuk menakut-nakuti hamba-Nya, bukan karena meninggalnya atau lahirnya seseorang (tokoh), akan tetapi Allah mengirimnya untuk membuat takut para hamba-Nya. Kemudian memerintahkan orang yang melihatnya untuk bersegera dengan penuh ketakutan kepada Allah untuk mengingat Allah dengan shalat, doa, istighfar, (takbir, sedekah) karena perkara tersebut bisa menghilangkan musibah yang terjadi dan menolak musibah yang dikawatirkan.

Sumber: Tanbih al-afham 2/334, 337 karya syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: