Do’a dan Istighatsah Adalah Ibadah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi menunjukkan bahwa do’a merupakan jenis ibadah yang paling penting. Karena sebagaimana shalat tidak boleh ditujukan kepada seorang rasul atau wali. Demikian pula tidak boleh berdo’a kepada seorang rasul atau wali.

1. Orang yang mengatakan “Ya Rasulullah atau hai orang yang ghaib, berilah aku pertolongan dan anugrah”, berarti berdo’a kepada selain Allah, meskipun niatnya bahwa yang memberi pertolongan itu Allah. Permisalannya adalah seperti seseorang yang berbuat syirik kepada Allah, dan bekata: “Aku dalam niatku bahwa sesembahan itu satu.” Maka hal ini tidak bisa diterima dari orang itu. Karena ucapan dia menunjukkan atas sesuatu yang berbeda dengan niatnya. Mesti harus ada kesesuaian kata antara niat dan keyakinan. Itu merupakan sebuah kesyirikan dan kekufuran yang tidak diampuni oleh Allah kecuali bila orang itu bertaubat.

(Demikian pula orang yang berkata, ”Saya shalat untuk Rasul atau wali” meskipun dalam hatinya untuk Allah, shalat seperti itu tidak akan diterima, karena ucapannya berlawanan dengan hatinya. Ucapan harus sesuai dengan niat dan keyakinan. Bila tidak demikian maka perbuatannya termasuk syirik yang tidak diampuni selain dengan taubat.)

Baca pos ini lebih lanjut