Ciri-ciri orang munafik

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ)) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

“Tanda orang munafik ada tiga”, (آيته) maksudnya: tanda-tandanya ada tiga:

“Jika berbicara dusta, jika berjanji menyelisihi, dan jika diberi amanah mengkhianati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Maksudnya: bahwa ini termasuk tanda-tanda orang-orang munafik. Baca pos ini lebih lanjut

Menerima Hukum-Hukum Allah dengan Cara Menerima, Melaksanakan, Dan Menerapkannya

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Termasuk Akhlak yang Baik bersama Allah ‘Azza Wa Jalla Seseorang Menerima Hukum-Hukum Allah dengan Cara Menerima, Melaksanakan, Dan Menerapkan

Sehingga dia tidak menolak sesuatupun dari hukum-hukum Allah. Jika dia menolak dari sesuatu hukum-hukum Allah, maka ini adalah akhlak yang jelek bersama Allah ‘azza wa jalla,  Baca pos ini lebih lanjut

Menerima Kabar-Kabar Allah Dengan Cara Membenarkannya

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Menerima kabar-kabar Allah dengan cara membenarkannya, dari sisi dimana tidak terjadi pada seseorang keraguan atau kebimbangan dalam membenarkan kabar Allah tabaraka wa ta’ala. Karena kabar Allah itu berasal dari ilmu. Dan Allah adalah yang paling benar dalam ucapan-Nya, sebagaimana Allah berfirman tentang dirinya:

{وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا}

“Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?” (An-Nisa’: 87) Baca pos ini lebih lanjut

Renungan Faedah Ilmu dan Keikhlasan Niat, serta Selalu Membenahi Iman, Ilmu, Amal

Bersama: Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri Hafizhahullah

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنامن يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد

Ikhwati fillah wa abna-i rahimani wa rahimakumullah,

Alhamdulillah, kita banyak bersyukur dan memuji kepada Allah subhanahu wata’ala, atas banyaknya kenikmatan yang telah Ia berikan kepada kita, utamanya kenikmatan iman, kenikmatan hidayah di atas Islam, demikian pula kenikmatan taufiq, yang Ia berikan untuk kemudian kita berada di atas sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang keduanya merupakan kenikmatan besar yang Allah subhanahu wata’ala anugerahkan kepada hamba-Nya, tetapi banyak dari mereka yang tidak menyadarinya.

Ikhwati ahibbah a’azakumullah,

Sesungguhnya kita sebagai seorang muslim ketika menyadari diberikan taufiq oleh Allah subhanahu wata’ala untuk menelusuri jalan ilmu, maka itu pertanda khair (kebaikan) yang Allah berikan kepada hamba-Nya.

ومن يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Dan barang siapa yang Allah inginkan untuknya kebaikan, akan Allah jadikan dia faqih (berilmu, faham) tentang agamanya.” [Muttafaqun ‘Alaihi dari shahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma] Baca pos ini lebih lanjut

Rukun Islam dan Rukun Iman

Oleh: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Rukun Islam

Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Islam itu didirikan di atas lima sendi yaitu :
1.Bersaksi La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah.
Maknanya Tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penyampai (syariat) dari Allah.