Sebab Hilangnya Rasa Nikmat Dalam Ibadah Dan Solusinya

Bersama: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: Apakah sebab hilanya rasa nikmat dalam ibadah dan solusinya secara amaliyah? Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Mendoakan Untuk Orang Fasik

Bersama: Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah

 

Bismillahirrahmanirrahim

Pertanyaan: Apakah boleh mendoakan untuk orang fasik dan orang yang tidak menunaikan kewajiban-kewajiban agama Islam? Baca pos ini lebih lanjut

Kasus Hukum Pancung Ruyati: Ujian Kaum Muslimin

Telah terjadi hukum pancung atas ibu Ruyati pada tanggal 18 Juni 2011 lalu di negara Saudi Arabia (http://m.inilah.com/read/detail/1620212/inilah-kronologis-proses-hukum-tki-ruyati/), kejadian yang cukup menggemparkan, terutama di Indonesia. Bagaimana tidak? Ibu Ruyati -semoga Allah merahmatinya-, adalah seorang ibu berkewarganegaraan Indonesia, yang bekerja menjadi TKW di Saudi Arabia telah dihukum pancung. Seolah tiada hujan tiada angin, tiba-tiba berita duka tersebut menghujani tanah air ini dengan deras, bahkan keluarga korbanpun mengaku tidak mendapat informasi yang cukup. Sebagaimana pemerintah Indonesia juga mengaku demikian. Baca pos ini lebih lanjut

Rasa takutnya Nabi shallallahu alahi wasallam ketika terjadi gerhana

Matahari pernah mengalami gerhana pada masa Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam bangkit dengan segera penuh rasa ketakutan yang sangat akan waktu bencana telah datang waktunya karena sesatnya dan melampaui batasnya mayoritas penduduk bumi atau masa ditiupnya sangkakala telah datang. Seakan beliau lupa karena rasa ketakutannya yang sangat dari firman Allah: “Dan Allah tidak mengadzab mereka pada saat kamu (wahai Nabi) masih ada di antara mereka.” (Al-Anfal: 33)

Beliau juga seakan lupa bahwa ditiupnya sangkakala itu itu didahului tanda-tanda kiamat yang belum terjadi.
Baca pos ini lebih lanjut

Gerhana Kadang Sebagai Pertanda Adzab, Kejelekan, Musibah dan Fitnah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Gerhana adalah dihilangkanya sinar matahari atau bulan baik secara keseluruhan atau sebagian. Dan tidak terjadi gerhana kecuali dengan perintah Allah. Allah telah menjadikan dua sebab gerhana:

Pertama: secara hissi yang diketahui oleh para ahli falak dengan perhitungan, yaitu bila bulan terletak antara bumi dan matahari pada gerhana matahari dan bila bumi terletak antara matahari dan bulan pada gerhana bulan.
Baca pos ini lebih lanjut