Sebab Hilangnya Rasa Nikmat Dalam Ibadah Dan Solusinya

Bersama: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: Apakah sebab hilanya rasa nikmat dalam ibadah dan solusinya secara amaliyah? Baca pos ini lebih lanjut

Renungan Faedah Ilmu dan Keikhlasan Niat, serta Selalu Membenahi Iman, Ilmu, Amal

Bersama: Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri Hafizhahullah

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنامن يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد

Ikhwati fillah wa abna-i rahimani wa rahimakumullah,

Alhamdulillah, kita banyak bersyukur dan memuji kepada Allah subhanahu wata’ala, atas banyaknya kenikmatan yang telah Ia berikan kepada kita, utamanya kenikmatan iman, kenikmatan hidayah di atas Islam, demikian pula kenikmatan taufiq, yang Ia berikan untuk kemudian kita berada di atas sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang keduanya merupakan kenikmatan besar yang Allah subhanahu wata’ala anugerahkan kepada hamba-Nya, tetapi banyak dari mereka yang tidak menyadarinya.

Ikhwati ahibbah a’azakumullah,

Sesungguhnya kita sebagai seorang muslim ketika menyadari diberikan taufiq oleh Allah subhanahu wata’ala untuk menelusuri jalan ilmu, maka itu pertanda khair (kebaikan) yang Allah berikan kepada hamba-Nya.

ومن يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Dan barang siapa yang Allah inginkan untuknya kebaikan, akan Allah jadikan dia faqih (berilmu, faham) tentang agamanya.” [Muttafaqun ‘Alaihi dari shahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma] Baca pos ini lebih lanjut

Enam hal Penyebab Terhalang Mendapat Taufik dari Allah

Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitab beliau Al-Fawa’id (hal.196) dari Syaqiq bin Ibrahim, bahwa dia berkata,

Enam hal yang menyebabkan seseorang terhalang untuk mendapat taufik dari Allah, yaitu:

– Sibuknya mereka dengan kenikmatan namun lalai untuk mensyukurinya
Baca pos ini lebih lanjut

Tawadhu’lah (Bersikap rendah hatilah) karena Allah, Wahai Penuntut ilmu!

Muhadharah bersama: Yang Mulia Saleh Bin Saad As-Suhaimi

Orang yang rendah hati karena Allah, maka Allah akan mengangkatnya, tetapi banyak orang-orang berpura-pura sebagai ‘alim, mereka sampai kepada tingkatan terkena ghurur hanyalah karena merasa ’alim, sombong, angkuh, dan ghurur (tertipu) dengan apa yang telah dia peroleh dari ilmu yang sedikit.

Sebagian salaf berkata:
لا يزال الرجل عالمًا ما طلب العلم؛ فإذا ظن أنه عَلم فقد جهل
“Terus-menerus orang itu menjadi seorang ‘alim (orang yang berilmu) selama dia menuntut ilmu, jika dia mengira telah berilmu, maka sesungguhnya dia telah bodoh.”

Baca pos ini lebih lanjut

Merenungi Kesenangan & kenikmatan ketika ada dan tidaknya

“… Agar seorang hamba (yaitu manusia) sepatutnya merenungi dan memikirkan nikmat-nikmat Allah atas dirinya, membandingkannya pada saat kenikmatan tersebut tidak ada … Jika dia membandingkan ketika kenikmatan itu ada dan ketika tidak ada, akalnya akan menjadi sadar akan letak-letak kenikmatan Allah (pada dirinya).

Baca pos ini lebih lanjut