Rasa takutnya Nabi shallallahu alahi wasallam ketika terjadi gerhana

Matahari pernah mengalami gerhana pada masa Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam bangkit dengan segera penuh rasa ketakutan yang sangat akan waktu bencana telah datang waktunya karena sesatnya dan melampaui batasnya mayoritas penduduk bumi atau masa ditiupnya sangkakala telah datang. Seakan beliau lupa karena rasa ketakutannya yang sangat dari firman Allah: “Dan Allah tidak mengadzab mereka pada saat kamu (wahai Nabi) masih ada di antara mereka.” (Al-Anfal: 33)

Beliau juga seakan lupa bahwa ditiupnya sangkakala itu itu didahului tanda-tanda kiamat yang belum terjadi.
Baca pos ini lebih lanjut

Gerhana Kadang Sebagai Pertanda Adzab, Kejelekan, Musibah dan Fitnah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Gerhana adalah dihilangkanya sinar matahari atau bulan baik secara keseluruhan atau sebagian. Dan tidak terjadi gerhana kecuali dengan perintah Allah. Allah telah menjadikan dua sebab gerhana:

Pertama: secara hissi yang diketahui oleh para ahli falak dengan perhitungan, yaitu bila bulan terletak antara bumi dan matahari pada gerhana matahari dan bila bumi terletak antara matahari dan bulan pada gerhana bulan.
Baca pos ini lebih lanjut

Pelajaran bagi Kaum Muslimin dari Kejadian di Libia

Berikut ini adalah nasehat Syaikh Zaid bin Muhammad Hadi Al-Madkhali hafizhahullah untuk ikhwan salafi Libia. Dimana dalam kejadian di Libia, sebagian orang di sana berdemo menuntut Presiden mereka Qaddafi untuk mundur, sampai kepada tindakan memberontak. Qaddafi tidak mau mundur dan mengerahkan segala kekuatannya untuk menumpas pemberontak. Demikian juga dengan para pemberontak. Tindakan yang membabi buta sehingga tak sedikit kaum muslimin yang tidak ikut-ikutan menjadi korban, baik jiwa, harta dan kehormatan mereka. Padahal Islam menjaga lima perkara, yaitu: agama, akal, kehormatan, harta dan jiwa. Semuanya jadi kacau dan seakan tak berharga ketika masa fitnah perang saudara ini. Ini adalah pelajaran bagi kita semua, kaum muslimin di Indonesia. Di dalam kejadian ini ada pelajaran nikmatnya keamanan dan ketenangan, dimana manusia terjaga kelima perkara di atas dan mereka bisa beramal untuk kebaikan agama dan dunia mereka. Baca pos ini lebih lanjut

Bencana menimpa orang yang bermaksiat dan orang shalih bila kemaksiatan telah tersebar merajalela

Mungkin ada orang yang berkata ketika ada satu musibah entah banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa, tsunami, angin atau yang lainnya, bencana itu tidak hanya menimpa orang-orang yang berbuat kemaksiatan saja, tapi juga menimpa orang-orang yang shalih.

Memang demikian lah sunatullah yang telah ditetapkan oleh Allah di dunia ini. Untuk memahami kenapa demikian, kami bawakan penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam syarah Riyadhush Sholihin (1/15-16). Baca pos ini lebih lanjut

Keikhlasan dan amal shalih termasuk penyebab selamatnya seseorang dari berbagai kesempitan dan musibah

Kesempitan, musibah, dan bencana, Allah turunkan untuk suatu hikmah yang besar. Namun dengan itu manusia tidak suka dan ingin terlepas dari kesempitan hidup di dunia dan akhirat. Amal shalih yang disertai niat yang ikhlas bisa menjadi salah satu penyebab selamatnya seseorang dari kesempitan ini.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua (pernah dibawakan pada postingan sebelum ini). Mereka menyangka bahwa terjebaknya mereka dalam gua ada kebinasaan bagi mereka, bencana bagi mereka. Baca pos ini lebih lanjut