Keteladanan Shahabat Dalam Mengutamakan Dan Membantu Orang Lain

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي مَجْهُوْدٌ، فَأَرْسَلَ إِلَى بَعْضِ نِسَائِهِ، فَقَالَتْ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا عِنْدِي إِلاَّ مَاءٌ، ثُمَّ أَرْسَلَ إِلَى أُخْرَى، فَقَالَتْ مِثْلَ ذَلِكَ، حَتَّى قُلْنَ كُلُّهُنَّ مِثْلَ ذَلِكَ: لاَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا عِنْدِي إِلاَّ مَاءٌ،

فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((مَنْ يُضِيْفُ هَذَا اللَّيْلَةَ؟)) فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: أَنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ.

Datang seseorang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia berkata: “Sesungguhnya aku tertimpa kesusahan.” Kemudian beliau mengutus seseorang ke sebagian istrinya, namun istrinya itu menjawab: “Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak ada di sisiku kecuali air.” Kemudian beliau mengirim kepada istri beliau yang lain, namun dia juga menjawab seperti itu, sampai semua istri beliau menjawab: “Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak ada di sisiku kecuali air.” Baca pos ini lebih lanjut

Mengutamakan Dan Membantu Orang Lain

Allah ta’ala berfirman:

{وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ}

“Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (Al-Hasyr: 9) Baca pos ini lebih lanjut

Memenuhi Janji merupakan akhlak mulia

Allah berfirman:

{وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولاً}

“Penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra: 34)

Dan Allah ta’ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ}

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.”  (Al-Maidah: 1) Baca pos ini lebih lanjut

Memberi Syafa-at orang lain, memperantarai dalam memperoleh manfaat dan menolak bahaya

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

((كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ طَالِبُ حَاجَةٍ أَقْبَلَ عَلَى جُلَسَائِهِ فَقَالَ: اشْفَعُوا تُؤْجَرُوا وَيَقْضِى اللهُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ مَا أَحَبَّ))

Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika didatangi seorang yang minta kebutuhan, beliau menghadap kepada para shahabat yang sedang duduk bersamanya, kemudian beliau berkata: “Berilah syafaat, kalian akan diberi pahala. Dan Allah menentukan melalui lisan Nabi-Nya apa yang Dia sukai.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)[1]

Dalam sebuah riwayat:

((مَا شَاءَ))

“Apa yang Dia kehendaki.” Baca pos ini lebih lanjut

Akhlak Orang Non Muslim, Orang Kafir

Banyak orang yang menyatakan bahwa orang barat lebih (bagus) daripada kita dalam mua’malah dan jual beli mereka, sedangkan engkau dapati penipuan, dusta, dan pemasaran barang dagangan dengan sumpah palsu banyak tersebar di antara kita, kaum muslimin. Baca pos ini lebih lanjut