Bencana menimpa orang yang bermaksiat dan orang shalih bila kemaksiatan telah tersebar merajalela

Mungkin ada orang yang berkata ketika ada satu musibah entah banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa, tsunami, angin atau yang lainnya, bencana itu tidak hanya menimpa orang-orang yang berbuat kemaksiatan saja, tapi juga menimpa orang-orang yang shalih.

Memang demikian lah sunatullah yang telah ditetapkan oleh Allah di dunia ini. Untuk memahami kenapa demikian, kami bawakan penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam syarah Riyadhush Sholihin (1/15-16). Baca pos ini lebih lanjut

Merendahkan Diri Kepada Allah Agar Allah Menjaga Kita

Oleh: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah

Kisah tiga orang yang terjebak dalam gua oleh batu, kemudian batu tersebut dibuka dengan sebab mereka merendahkan diri kepada Allah dengan amal solih mereka.

Dan dalam Ash-Shohihain dari ‘Abdullah bim ‘Umar bin Al-Khoththob rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang pada masa sebelum kalian. Ketika mereka tertimpa hujan, mereka berlindung di dalam sebuah gua. Tiba-tiba sebuah batu yang besar menutup pintu gua itu. Baca pos ini lebih lanjut

Pelajaran dari Kisah Diadzabnya Umat terdahulu

Oleh: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah

Sesungguhnya pada kisah umat-umat terdahulu dan apa yang Allah turunkan kepada mereka berupa murka dan siksa Allah disebabkan berpalingnya mereka apa dari yang dibawa oleh para rosul mengandung satu pelajaran dan nasehat. Baca pos ini lebih lanjut

Pelipur Lara Saat Musibah dan Bencana

Penulis: Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc
Yang namanya musibah tentu rasanya tidak mengenakkan. Makanya banyak manusia merasa tidak suka bila hidupnya tiba-tiba menjadi menderita karena musibah. Kehidupan yang selama ini mapan bisa hancur tak bersisa. Tidak sedikit di antara mereka yang mengalami kesedihan berlarut-larut hingga menyebabkan stress. Bagaimana kiat menghadapi musibah secara benar dan bijak?

Baca pos ini lebih lanjut

Nasehat seputar tentang Gempa Bumi

Bersama: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah
Segala puji bagi Allah. Semoga sholawat dan salam tercurah atas Rosulullah, keluarganya, para shohabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Adapun sesudah itu:
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui dalam perkara yang yang Dia tetapkan dan taqdirkan, sebagaimana Dia juga Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui dalam perkara yang Dia syariatkan dan perintahkan. Dialah Allah yang menciptakan dan menakdirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya sesuai yang Dia kehendaki,
–    untuk membuat takut para hamba-Nya dan
–    untuk memperingatkan mereka dengan hak Allah yang wajib mereka tunaikan,
–    juga untuk memperingatkan mereka dari kesyirikan, penyelisihan terhadap perintah-Nya dan pelanggaran larangan-Nya, sebagaimana firman Allah:

{ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا }

Dan Kami tidak mengirim tanda-tanda (kekuasaan-Nya) itu melainkan untuk menakuti. (Al-Isra: 59)
 

Baca pos ini lebih lanjut