Peringatan Dari Bid’ah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Kitab Fadhul Islam bag 13:
BAB PERINGATAN DARI BID’AH 1
Dari ‘Irbadh bin Sariyah, dia berkata, suatu hari Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati kami dengan sebuah nasehat yang mengena yang membuat air mata jatuh bercucuran dan menggetarkan hati-hati, kami berkata, “Wahai Rosulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan maka berilah kami wasiat.” Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca pos ini lebih lanjut

Allah menghalangi Taubat Pelaku Bid’ah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 9:

BAB BAHWASANYA ALLAH MENGHALANGI TAUBATNYA PELAKU BID’AH1
Ini diriwayatkan dari hadits Anas dan dari riwayat-riwayat mursal Al-Hasan. Dan Ibnu Wadhoh menyebutkan dari Ayyub, dia berkata: “Dulu diantara kami ada seseorang yang memiliki suatu pemikiran (bid’ah), kemudian dia meninggalkan pemikirannya tersebut. Kemudian aku mendatangi Muhammad bin Sirin, kemudian aku berkata (kepadanya), “Apakah kamu tahu bahwa fulan telah meninggalkan pemikirannya.” Maka Muhammad bin Sirin berkata, “Lihatlah kemana dia berpindah! Sesungguhnya akhir perkaranya lebih dahsyat dari awalnya.
(( يمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرمية ثم لا يعودون إليه))
“Mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari sasarannya kemudian tak kembali lagi.”
Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang makna hal itu, maka beliau menjawab, “Mereka tidak diberi taufik untuk bertaubat.”

Baca pos ini lebih lanjut

Bid’ah Lebih Bahaya Daripada Dosa-dosa Besar

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 8:

BAB TENTANG
BID’AH LEBIH BERBAHAYA DARIPADA DOSA-DOSA BESAR1
Dan firman Allah ta’ala:
( إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ)
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” ( QS. An-Nisa: 48).
Dan firman-Nya:
( فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِباً لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ)
“Maka siapakah yang lebih zholim daripada orang-orang yang membuat kedustaan terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?” ( QS. Al-An’am: 144).

Baca pos ini lebih lanjut