Bagaimana sikap istri yang masuk Islam bila suaminya tetap kafir?

S: Seorang wanita nasrani menikah dengan lelaki nasrani, kemudian wanita itu masuk islam dalam masa tua keduanya. Dan tidak ada hubungan biologis antara keduanya. Apakah wanita itu boleh untuk tetap bersama suaminya atau akad nikah itu ter-fasakh (terhapus)? Dan masa iddahnya apa? Apa hukum mahar? Dan apakah boleh lelaki nasrani itu kembali kepada wanita itu jika lelaki tadi masuk Islam?

Baca pos ini lebih lanjut

Masuk Islam dan Berbakti Kepada Orang Tua Non Muslim

S: Allah telah memberiku petunjuk dan memasukkan aku ke dalam agama yang benar Islam melalui perantara sebagian syaikh (tokoh agama) Sudan. Hal itu diikuti dengan pengubahan namaku dari ‘Abdush Shalib (Hamba salib) menjadi Abdullah. Namun hal itu tidak disetujui oleh orang tuaku. Dia memerintahkan agar aku tidak melanggar namaku dan nama keluarga. Perselisihan antara aku dan dia pun meruncing, sampai membuatku meninggalkan tempat tinggal orang tuaku dan aku berpindah ke negeri yang mulia ini. Namun aku selalu bimbang dalam perkaraku, apakah Islam menuntutku untuk membuat ridha orang tuaku dan taat kepadanya meskipun dia seorang Kristen (nashrani), ataukah Islam menuntutku untuk masa bodoh dengan yang dikatakan orangtuaku kepadaku. Dan perlu diketahui bahwa orang tuaku masih Kristen (nashrani) dan fanatik terhadap agamanya dan namaku dulu adalah ‘Abdushshalib!

Baca pos ini lebih lanjut

Mengubah nama ketika masuk Islam

S: Apakah boleh seseorang yang masuk Islam untuk mengubah namanya?
J: Jika seorang kafir masuk Islam, dia tidak mesti untuk mengubah namanya, kecuali:
1. jika namanya itu makruh, seperti: Hazn (susah, sedih)
2. atau yang merupakan penghambaan kepada selain Allah, seperti: Abdulmasih (Hamba Al-Masih), atau Abdul Ka’bah (Hamba Ka’bah), atau nama-nama lain yang diharamkan,
karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengubah nama-nama orang yang termasuk dua jenis ini.

Baca pos ini lebih lanjut

Non Muslim Bila Ingin masuk Islam, bersegera atau Memahami Islam Dulu?

S: Tentang orang-orang non muslim yang ingin masuk Islam, sebagian kaum muslimin berpadangan agar mereka tidak terburu-buru masuk ke dalam Islam. Dia berpadangan untuk memberikan buku-buku dan rekaman-rekaman kajian kepada mereka. Agar mereka bisa mempelajari dan memahami tentang aqidah (keyakinan) islam selama sebulan atau dua bulan. Ada seorang yang datang dan berkata: “Aku ingin masuk Islam, dan setelah itu beritahu aku dengan ibadah-ibadah yang wajib atasku.”
Apakah lebih utama untuk bersegera memasukkan dia ke dalam Islam atau menundanya sampai dia belajar lebih dulu?

Baca pos ini lebih lanjut

Seperti apa Islam itu?

Kitab Fadhul Islam bag 3: BAB TAFSIR ISLAM

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Dan firman Allah ta’ala:
فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ
“Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” ( QS. Ali ‘Imron: 20)

Dan dalam Ash-Shohih dari ‘Umar bin Al-Khoththob radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(( الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ))
“Islam itu engkau bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang hak kecuali Allah, dan Muhammad adalah rosul (utusan) Allah shallallahu ‘alaihi wa sallam, engkau menegakkan sholat, engkau menunaikan zakat, engkau berpuasa romadhon, dan engkau menunaikan haji ke baitullah jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana.”1
Baca pos ini lebih lanjut