Gerhana Kadang Sebagai Pertanda Adzab, Kejelekan, Musibah dan Fitnah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Gerhana adalah dihilangkanya sinar matahari atau bulan baik secara keseluruhan atau sebagian. Dan tidak terjadi gerhana kecuali dengan perintah Allah. Allah telah menjadikan dua sebab gerhana:

Pertama: secara hissi yang diketahui oleh para ahli falak dengan perhitungan, yaitu bila bulan terletak antara bumi dan matahari pada gerhana matahari dan bila bumi terletak antara matahari dan bulan pada gerhana bulan.
Baca pos ini lebih lanjut

Bencana menimpa orang yang bermaksiat dan orang shalih bila kemaksiatan telah tersebar merajalela

Mungkin ada orang yang berkata ketika ada satu musibah entah banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa, tsunami, angin atau yang lainnya, bencana itu tidak hanya menimpa orang-orang yang berbuat kemaksiatan saja, tapi juga menimpa orang-orang yang shalih.

Memang demikian lah sunatullah yang telah ditetapkan oleh Allah di dunia ini. Untuk memahami kenapa demikian, kami bawakan penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam syarah Riyadhush Sholihin (1/15-16). Baca pos ini lebih lanjut

Merendahkan Diri Kepada Allah Agar Allah Menjaga Kita

Oleh: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah

Kisah tiga orang yang terjebak dalam gua oleh batu, kemudian batu tersebut dibuka dengan sebab mereka merendahkan diri kepada Allah dengan amal solih mereka.

Dan dalam Ash-Shohihain dari ‘Abdullah bim ‘Umar bin Al-Khoththob rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang pada masa sebelum kalian. Ketika mereka tertimpa hujan, mereka berlindung di dalam sebuah gua. Tiba-tiba sebuah batu yang besar menutup pintu gua itu. Baca pos ini lebih lanjut

Berbagai Bencana Terjadi Karena Tidak Ada Yang Amar Ma’ruf Nahi Munkar Padahal Mampu

Oleh: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah

Ini adalah perkara yang memberikan nasehat dan peringatan. Dimana terlihat rumah-rumah hancur dan menjadi puing reruntuhan dan lain sebagainya. Maka sesungguhnya Allah memberikan adzab karena pelanggaran mereka terhadap hak Allah. Adapun manusia, mereka membalas dendam bukan karena agama Allah. Akan tetapi karena membela harga diri mereka. Sehingga batasan syariat itu telah hilang. Dan amar ma’ruf nahi munkar telah hilang di banyak negeri islam. Baca pos ini lebih lanjut

Tawadhu’lah (Bersikap rendah hatilah) karena Allah, Wahai Penuntut ilmu!

Muhadharah bersama: Yang Mulia Saleh Bin Saad As-Suhaimi

Orang yang rendah hati karena Allah, maka Allah akan mengangkatnya, tetapi banyak orang-orang berpura-pura sebagai ‘alim, mereka sampai kepada tingkatan terkena ghurur hanyalah karena merasa ’alim, sombong, angkuh, dan ghurur (tertipu) dengan apa yang telah dia peroleh dari ilmu yang sedikit.

Sebagian salaf berkata:
لا يزال الرجل عالمًا ما طلب العلم؛ فإذا ظن أنه عَلم فقد جهل
“Terus-menerus orang itu menjadi seorang ‘alim (orang yang berilmu) selama dia menuntut ilmu, jika dia mengira telah berilmu, maka sesungguhnya dia telah bodoh.”

Baca pos ini lebih lanjut