Hukum Orang Yang Menuduh Istri Nabi Berbuat Zina

Para ulama ijma’ bahwa orang yang menuduh Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan apa yang datang dalam hadits Al-Ifk, maka dia adalah seorang yang kafir murtad, kafir seperti orang yang menyembah berhala. Jika dia taubat dan mendustakan dirinya (itu yang diharapkan), jika tidak dia dibunuh dalam keadaan kafir karena dia mendustakan Al-Qur’an. Baca pos ini lebih lanjut

Peran Orang Munafik dalam Kisah Dituduhnya Istri Nabi Berbuat Zina

Orang yang mengambil bagian terbesar adalah pimpinan orang-orang munafik ‘Abdullah bin Ubai si munafik, dialah yang menyebarkan kabar itu.

Akan tetapi dia banci, kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Dia tidak menyebarkannya dengan lafadz yang jelas, dia misalnya mengatakan: “Bahwa fulan telah berbuat zina dengan fulanah”, tetapi dia menyebarkan hal itu dengan sindiran dan isyarat, karena orang-orang munafik itu orang-orang penakut. Mereka menutup-nutupi dan tidak menampakkan apa yang ada di dalam diri-diri mereka. Maka Allah berfirman: Baca pos ini lebih lanjut

Adzab Bagi Orang Yang Suka Menyebarkan Kekejian, Cabul, Asusila

Allah berfirman:

{إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ}

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. ” (An-Nur: 19)

Mereka ini adalah orang-orang yang sekedar menyukai tersebarnya (perbuatan keji), bagaimana dengan orang yang telah menyebarkan kekejian? Kita berlindung kepada Allah dari hal itu. Baca pos ini lebih lanjut